Proyek Jembatan Manula di Kabupaten Kaur

KAUR, PB – Proyek jembatan Manula di Perbatasan Provinsi Lampung-Bengkulu tepatnya di Desa Tebing Rambutan Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur sudah 6 tahun ini tidak selesai pembangunanya.

Diketahui, anggaran 2013-2014 awal proyek ini dikerjakan PT Nidya Karya (NK) dengan pagu anggaran Rp69 miliar lebih. Diduga kuat proyek ini bermasalah sebab sampai kontrak habis di 2014 pekerjaan belum selesai di bawah 50 Persen. Proyek ini sempat disidik oleh Kejari Kaur pada 2015 namun kasusnya mandek.

Pada 2015, proyek ini dihentikan dan 2016 proyek dilanjutkan kembali oleh Dinas PUPR Provinsi Bengkulu dengan anggaran dari Rp 64 miliar lebih dan dikerjakan oleh PT Trigaya Bina Marga.

Pada 2017 proyek Manula ini dilanjutkan dengan pagu anggaran Rp36 miliar lebih dan sampai saat ini 2018 pengerjaannya masih tersendat-sendat.

Intelijen Investigasi Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Anggaran Republik Indonesia (BPI KPN PA RI) Provinsi Bengkulu, Fauzan mengatakan, proyek ini diduga sarat penyimpangan. Diduga ada indikasi permainan anggaran proyek yang dilakukan oleh kontraktor dan pihak-pihak yang terlibat dalam proyek tersebut.

“Kami telah mengumpulkan data dari awal sampai sekarang, yang kedepanya akan kami sampaikan ke penegak hukum Karena dana yang dianggarkan sudah mencapai 169 milar,” kata Fauzan. [Fery]