Kondisi Jembatan gantung yang sudah berusia puluhan tahun di Desa Suka Datang, Kecamatam Curup Utara. Warga mendambakan  jembatan ini dibangun menjadi Jembatan Beton.

REJANG LEBONG, PB – Akses jalan dan jembatan merupakan sarana transportasi vital yang sangat dibutuhkan oleh Masyarakat. Bahkan, kedua jenis Infrastruktur ini juga sangat menentukan maju atau mundurnya taraf perekonomian Warga di daerah tersebut.

Seperti yang terjadi di Desa Suka Datang Kecamatan Curup Utara. Warga yang mayoritas menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian ini sangat mendambakan adanya pembangunan jembatan beton di Desa tersebut.

“Jembatan gantung yang ada saat ini terbuat dari bahan kayu dan usianya sudah puluhan tahun. Kondisinya juga sudah tidak layak pakai. Tetapi, jembatan ini merupakan satu satunya akses tercepat yang bisa digunakan Warga jika ingin ke lokasi perkebunan dan ke desa tetangga melintasi sungai Musi yang membelah wilayah desa kami, jadi terpaksa tetap kami gunakan walaupun saat melintas kami harus benar benar hati hati,” ujar Kepala Desa Suka Datang, Jamil, Rabu (11/7).

Sejak empat tahun ke belakang, sambung Jamil, Dirinya beserta perangkat Desa Suka Datang sudah berulang kali menyampaikan proposal permohonan pembangunan jembatan tersebut ke pemerintah Daerah Rejang Lebong dan instansi terkait. Seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Rejang Lebong, Bappeda Rejang Lebong, DPRD Rejang Lebong hingga BPBD Rejang Lebong.

“Panjang jembatan ini hanya 45 meter. Jika memungkinkan mohon dibangun menggunakan konstruksi beton pak,” ujar Jamil.

Disisi lain, Jamil mengungkapkan, sebagai bukti untuk menunjukkan kuatnya keinginan Warga untuk mendapatkan fasilitas jembatan tersebut, Warga telah siap menghibahkan lahannya jika nantinya dibutuhkan untuk pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut.

“Saya dan Warga sudah sepakat jika nanti ternyata pembangunan jembatan tersebut membutuhkan lahan, maka warga siap menghibahkan luas lahan yang akan digunakan tersebut,” ujar Jamil.

Dilain sisi, Kepala Dinas PUPR Rejang Lebong, Yusran Fauzi ST mengatakan, pembangunan jembatan tersebut sudah masuk dalam tahap perencanaan di PUPR Rejang Lebong. Hanya saja, bukan konstruksi jembatan beton, namun jembatan konstruksi besi.

“Kita prioritaskan di APBD Perubahan 2018 ini. Perencanaannya sudah dibuat, tinggal pelaksanaan fisik saja. Mudah mudahan terakomodir tahun 2018 ini,” tegas Yusran. [Ifan Salianto]