Foritha Ramadhani Wati

BENGKULU, PB – Terkait dugaan kasus pemerkosaan yang menimpa HA (21) warga Jalan H Hasan, Gang Lurah, Kandang Limun yang dilakukan oleh Kordes Kuliah Kerja Nyata (KKN) inisial FR (23) warga Pasar Kebat, Kecamatan Air Napal, Bengkulu Utara, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) menyatakan siap mengawal kasus tersebut apabila dibutuhkan.

“Kita akan melakukan pendampingan kejiwaan trauma korban dan kepada pelaku jika diperlukan untuk pendampingan hukum,” ujar Kepala Dinas P2KBP3A Provinsi Bengkulu, Foritha Ramadhani Wati, Sabtu (7/7/2018).

Dijelaskan Foritha, HA merupakan Mahasiswa KKN Reguler UNIB yang diperkosa sesama mahasiswa yang tidak lagi anak-anak. Sehingga sebagai kasus pidana umum, tapi karena masih menempuh pendidikan, dalam hal ini perlakuannya sesuai dengan peraturan yang ada, baik di Universitas maupun aturan pidana yang berlaku.

“Kita akan pantau kasus ini dan monitor untuk tindakan dan langkah selanjutnya,” tandasnya.

Sementara Rektor Universitas Bengkulu (UNIB) Dr Ridwan Nurazi menyayangkan kejadian ini. Kata dia, bila terbukti, maka mahasiswa tersebut harus diproses secara hukum yang berlaku dan pelaku diberhentikan sebagai mahasiswa.

Namun dengan kejadian ini, Ridwan tetap akan mempertahankan program KKN UNIB yang sedang berjalan, namun dengan pengamanan yang lebih diperketat.

Data diperoleh, dugaan kasus pemerkosaan ini baru akan mendapatkan kejelasan pada hari Senin (9/7/2018) atau pada saat hasil visum dari Rumah Sakit Bhayangkara keluar. [Ardiyanto]