Pembangunan jalan di Desa Seguring, Rabu (18/7/2018).

REJANG LEBONG, PB – Desa Seguring Kecamatan Curup Utara hingga tahun ke empat pelaksanaan program unggulan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) dari Pemerintah Pusat, masih terus fokus melakukan pembangunan Infrastruktur, khususnya jalan. Baik Jalan Usaha Tani (JUT), Jalan Lingkungan serta Jalan Sentra Produksi.

“Tahun 2018 ini, melalui Dana Desa, kami membuka jalan baru sepanjang 1.800 meter menuju lahan perkebunan Warga kami,” ujar Kepala Desa Seguring, Jumadi Irawan, Rabu (18/7/2018).

Selain membuka jalan baru, sambung Jumadi, Dana Desa 2018 juga digunakan untuk membuat jalan lingkungan jenis Lapisan Penetrasi (Lapen) sepanjang 225 meter, pembuatan jalan lingkungan jenis rabat beton sepanjang 110 meter, rehab drainase jalan sepanjang 195 meter, pembuatan 1 unit pelapis tebing sepanjang 60 meter, pembuatan 2 unit plat deker.

“DD juga kami manfaatkan untuk kegiatan non fisik yaitu pembelian bibit jeruk sebanyak 700 batang untuk selanjutnya dibagikan kepada warga agar ditanam di kebun maupun lingkungan rumah,” ujar Jumadi.

Sementara itu, ADD tahun 2018 digunakan untuk melakukan perehaban jembatan gantung sepanjang 46 meter, pembuatan jalan jenis rabat beton sepanjang 56 meter.

“Selanjutnya, kami manfaatkan ADD tahun ini juga untuk kegiatan pemberdayaan ibu ibu PKK dengan kegiatan pemanfaatan perkarangan rumah warga untuk membuat rak tempat polibek,” ujar Jumadi.

Dilanjutkan Jumadi, di Desa yang dipimpin olehnya tersebut, memiliki jumlah penduduk 979 jiwa dan 297 Kepala Keluarga (KK) ini mayoritas Warga berprofesi sebagai petani. Mulai dari petani Kopi, Palawija hingga padi. Sedangkan sisanya berprofesi sebagai buruh.

“Maka dari itulah dalam setiap rapat pra pembangunan yang dilaksanakan setiap tahun sebelum melaksanakan DD dan ADD, Warga selalu memprioritas pembangunan jalan. Sebab, jalan merupakan sarana utama untuk memperlancar akses dalam setiap kegiatan Masyarakat. Jika infrastruktur jalan Desa kami ini sudah baik, maka taraf ekonomi Warga juga secara otomatis akan meningkat secara signifikan. Belum lagi, dengan adanya DD dan ADD ini, warga Desa kami juga terlibat secara langsung sebagai tenaga kerja dalam pekerjaan pembangunan fisik infrastruktur. Sehingga, Warga bisa menambah penghasilannya sehari hari. Setidaknya, dalam setiap tahunnya, ada 100 Warga lebih yang dilibatkan sebagai tenaga kerja. Nah, kondisi ini tentu sangat membantu perekonomian Warga kami menjadi lebih baik,” ujar Jumadi.

Kendati demikian, warga Desa Seguring juga sangat berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Rejang Lebong dan Pemerintah Provinsi Bengkulu, bisa tetap pro aktif untuk melaksanakan pembangunan di Desa yang terkenal sebagai penghasil kopi robusta ini. Khususnya peningkatan jalan-jalan yang sebelumnya telah dibuka dan dibuat melalui Dana Desa dan ADD.

“Kami sangat berharap agar jalan yang sudah kami buka dan kami buat dengan jenis perkerasan dan Lapen ini dapat ditingkatkan lagi jenisnya hingga ke Hotmix oleh Pemerintah. Sebab, untuk meningkatkan jenis jalan hingga ke hotmix tidak bisa menggunakan DD dan ADD lantaran biayanya lebih besar,” ujar Jumadi yang terkenal ramah ini. [Ifan Salianto]