BENGKULU, PB – Pembukaan Acara Festival Sastra Bengkulu 2018 malam ini digelar meriah di Gedung Daerah Balai Raya Semarak, Jum’at (13/7/2018).

Mengusung tema ‘Soekarno, Cinta dan Sastra’ acara ini dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dan ratusan sastrawan dari berbagai daerah. Tampak hadir pula sastrawan Sutardji Calzoum Bachri, Presiden Penyair Indonesia.

Melalui sambutannya, Plt Gubernur menyampaikan pujiannya kepada kalangan sastrawan yang dinilai memiliki keunggulan tersendiri dibanding aparat lainnya.

“Saya melihat, para sastrawan itu adalah orang-orang yang cerdas. Pemikirannya bisa menembus batas zaman, bisa mencapai hal-hal yang belum terjadi atau bahkan hal yang sudah lama berlalu, itulah kehebatan seorang sastrawan,” ujar Rohidin memuji.

Di samping itu, Plt Gubernur Bengkulu meminta kepada seluruh hadirin yang datang untuk menjadikan moment festival seperti ini untuk membina kebersamaan.

“Yang paling penting adalah kemauan dan motivasi. Forum sastrawan diharapkan tidak hanya menghasilkan karya sastra, namun juga diharapkan bisa membangun kebersamaan bagi anak bangsa. Kita tidak mengenal Singapura, kita tidak mengenal Malaysia atau bahkan Indonesia ketika sastra berbicara,” pungkas Rohidin.

Dalam pelaksanaannya, festival ini dihadiri beberapa tokoh sastra terkenal, di antaranya adalah Aceh Sumanta penyair terkenal dari Bogor yang menyampaikan syairnya dengan bahasa sunda, Rohadidin asal Singapura, Ahmadun Yosi Herfanda seorang penulis jurnalis dan sastrawan berkebangsaan Indonesia ada juga Mestra Polando dari Nusa Tenggara Timur, Jumari HS sastrawan Jawa Tengah dan tokoh sastrawan lainnya. [Deni Dwi Cahya]