Cita-cita Indonesia yang berdasarkan Pancasila selalu digaungkan pada Era Demokrasi Terpimpin. Baik itu dari Bung Karno dan tokoh-tokoh penting lainnya.

Bahkan, di suatu kesempatan Roeslan Abdulgani pernah mengatakan:

“Pembangunan masyarakat Sosialis Indonesia mengandung keharusan untuk terus berjuang melawan kolonial dan imperialisme yang internasional. Jangan sampai kita lengah dalam soal ini, dan hendaklah kejadian di benua Asia-Afrika pada dewasa ini menjadi peringatan kepada kita bahwa kolonialisme dan imperialisme belum terhapus dari dunia ini.”

Penggalan kata-kata tersebut diucapkan oleh Roeslan Abdulgani saat kuliah umumnya Senin tanggal 13 Februari 1961.

Dan pernyataan tersebut juga didukung oleh Muhammad Yamin, seperti yang tertera dalam buku Pedoman untuk Melaksanakan Amanat Penderitaan Rakyat, beliau menjelaskan bahwa tujuan dari Pembangunan Nasional Semesta Berencana adalah Sosialisme Indonesia, yaitu tata masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Sosialisme Indonesia seperti diartikan oleh Negara-negara Barat, tetapi Sosialisme Indonesia berisi perpaduan yang laras dari unsur-unsur keadilan sosial dan unsur-unsur Indonesia seperti tergambar dalam azas Gotong royong dan Kekeluargan yang merupakan ciri-ciri pokok dari kepribadian Indonesia.

Kemudian, dalam melaksanakan Keadilan Sosial dengan berlandaskan Gotong-royong dan Kekeluargaan, tujuan yang dikejar dan akan dilaksanakan adalah: Kesejahteraan bersama, dimana terdapat kemakmuran materiil dan spirituil dalam bentuk kekayaan umum bendaniah dan rohaniah yang melimpah-limpah serta pembagiannya yang rata dan merata sesuai dengan sifat perbedaan masing-masing warga dalam keluarga bangsa.

Sosialisme Indonesia mengejar dalam bidang politik untuk tercapainya Negara Indonesia yang panjang luas kemasyurannya dan tinggi unggul martabat dan kewibawaannya, dimana rakyat dan pemerintah bersatu padu dan se-iya sekata mewujudkan kesejahteraan bersama.

Dalam bidang ekonomi, Sosialisme Indonesia mengejar terwujudnya suatu tata perekonomian yang disusun sebagai usaha bersama berdasarkan kekeluargaan. Maksudnya adalah ketika pemerintah dan rakyat atau pemerintah dan swasta bekerjasama saling mengisi untuk menjalankan produksi dan distribusi guna mewujudkan kekayaan umum yang berlimpah-limpah serta pembagiannya yang adil.

Tata perekonomian Sosialisme Indonesia berpedoman dasar bahwa tujuan dari segala usaha dalam lapangan ekonomi dan keuangan adalah untuk mewujudkan keadilan dan melenyapkan penjajahan dalam bentuk apapun serta pemberantasan perbudakan yang memandang manusia hanya sebagai alat untuk kepentingan sendiri atau golongan.

Dalam bidang kemasyarakatan, Sosialisme Indonesia mengejar tercapainya suatu masyarakat yang aman tenteram dan sejahtera, dimana para warganya dapat senantiasa bekerja dengan aman dan atas dasar kekeluargaan dan gotong-royong dan terjamin adanya cukup makanan, pakaian, dan perumahan, pemeliharaan kesehatan dan pendidikan serta jaminan hari tua bagi setiap warga.

Sosialisme Indonesia sebagai rumusan dari Amanat Penderitaan Rakyat, dimulai pembangunannya sejak saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yang merupakan sumber inspirasi dan hikmat kebijaksanaan dalam menjalankan Revolusi Indonesia sebagai cetusan dari Amanat Penderitaan Rakyat.

“Masyarakat Sosialis Indonesia harus dapat memberikan jaminan bahwa setiap warganya dapat menikmati dan memperkembangkan kebudayaannya serta menyempurnakan hidup kerohaniannya, hingga sungguh-sungguh terlaksanalah kesejahteraan lahir-bathin,” demikian Muhammad Yamin. [Eva De]