Saksi memenuhi panggilan jaksa di kantor Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Kamis (12/7)

BENGKULU, PB – Pasca Tim Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu melakukan penggeledahan di Kantor Bupati Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) Rabu (4/7) lalu dan menyita sejumlah dokumen atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Bengkulu pada 2016 dengan kerugian negara sebesar Rp9 miliar yang belum diselesaikan Pemkab Benteng.

Atas temuan tersebut, Kejati sudah melakukan pemeriksaan beberapa saksi yaitu, Kasubag Umum Sekretariat Benteng, Haskoni sastro dan Mantan Kabid Anggaran pemkab benteng Weldo Kurnianto.

“Ini merupakan keterangan lanjutan terkait adanya temuan juga, dari penyitaan dokumen kita lakukan pemeriksaan saksi, hari ini yakni Mantan Bendahara Rutin Pemda Benteng, Ujang iswayudi berdasarkan temuan penyitaan berkas,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Bengkulu, Ahmad Puadi, Kamis (12/7).

Dijelaskan Puadi, Kejati masih terus melakukan penyelidikan atas sitaan dokumen dari Pemkab Benteng. Sementara untuk penetapan tersangka Kejati akan segera menggelar Ekspos nama-nama yang terlibat dalam kasus ini.

Puadi menegaskan, para saksi yang telah diperiksa dapat saja ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil keterangan saksi dan penyelidikan berkas dokumen.

“Untuk pemeriksaan saksi saksi yang sudah dilakukan, saksi bisa di tetapkan menjadi tersangka apabila bukti-bukti yang di dapat full untuk bisa menetapkan menjadi tersangka,” tandasnya.

Sebelumnya, BPK menemukan adanya kerugian negara sebesar Rp9 Miliar yang belum diselesaikan Pemkab Bengkulu Tengah. Indikasi korupsi berjamaah tersebut masih dalam proses penyelidikan Kejati Bengkulu. [Ardiyanto]