Jauhari alias Jukak saat tiba di Rutan Kelas II B Malabero Kota Bengkulu, Selasa (24/7/2018).

BENGKULU, PB — Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Bengkulu Selatan yang menyeret Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmuh bersama tiga orang lainya yakni Heni, Wati dan Juhari alias Jukak memasuki masa persidangan.

Saat ini salah satu tersangka, yakni Jauhari alias Jukak telah dibawa ke Rutan Kelas II B Malabero Kota Bengkulu setelah berhasil dibawa dari Jakarta menggunakan pesawat Garuda, Selasa (24/7/2018).

Dijelaskan Jaksa Penuntut umum (JPU) Muhammad Asri Irwan, berkas tersangka dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Bengkulu untuk persiapan persidangan.

“Hari ini kita limpahkan ke pengadilan untuk siap siap persidangan. Berkasnya terpisah, pak jauhari selaku pihak pemberi disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” ujar Muhammad Asri.

Sementara, lanjut Muhammad Asri, Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud masih dalam proses KPK dan JPU akan menunggu apabila sudah ada kepastian maka akan segera di limpahkan ke Pengadilan.

“Saya belum bisa memastikan kapan, kita masih menunggu proses dari KPK, apabila sudah pasti kita akan limpahkan ke pengadilan, termasuk isti pak dirwan dan Wati,” kata Muhammad Asri.

Untuk aturan tahanan KPK, JPU akan menskrening siapa-siapa keluarga yang akan menemui dan menunggu penetapan dari pengadilan. Sementara untuk JPU berjumlah 8 orang.

“Setelah dilakukan pelimpahan biasanya akan segera di jadwal sidang, mungkin bisa minggu depan, tapi kita tetap menunggu penetapan jadwal dari pengadilan. Untuk pak Jauhari keadaannya sehat sebelum kita serahkan kesini kita selalu berkonsultasi dengan dokter, karena kalau tidak dalam keadaan sehat kita tidak akan serahkan apabila tidak sehat,”tandas Muhammad Asri.

Diketahui, Pada 15 Mei sekita Pukul 17.00 WIB, Juhari (kader Perindo) mendatangi rumah Dirwan Mahmud di Jalan Gerak Alam Kota Manna. Juhari yang merupakan warga Pino Raya ini menyerahkan sejumlah uang melalui keponakan Dirwan Mahmud, Wati. Uang diterima oleh Isteri Muda Dirwan Mahmud, Heni dan menerima uang sebanyak Rp100 juta. Kuat dugaan OTT ini terkait proyek di Bengkulu Selatan. [Ardiyanto]