Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati, Henri Nainggola

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu memeriksa tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai saksi terkait temuan kerugian negara dari audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Bengkulu sebesar Rp9 miliar di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah.

Tiga orang saksi yang diperiksa Kejati adalah pejabat Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Benteng diantaranya, Ade Kristian Kabid Anggaran, Yenda Sufriyani Mantan Sekretaris dan Carles Jhonson, Staf.

“ini kita memeriksa ada 3 orang saksi dari DPPKAD yakni, Ade Kristian Kabid Anggaran , Yenda Sufriyani Mantan Sekretaris , Carles Jhonson Staf selajutnya kita akan panggil satu persatu agar menjalur,” ujar Kasi Penerangan Umum (Penkum), Ahmad Puadi, Senin (30/7)

Sementara Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati, Henri Nainggola menegaskan, minggu depan akan menetapkan tersangka dugaan kasus korupsi Bengkulu Tengah.

“Pemeriksaan terus berlanjut, mudah mudahan minggu depan kita akan menetapkan pemain pemain baru,” singkat Henri. [Ardiyanto]