Kades Tebat Tenong dalam bersama Warga di Desa usai menjemur kopi

REJANG LEBONG, PB – Ribuan Warga Desa Tebat Tenong Dalam Kecamatan Bermani Ulu Kabupaten Rejang Lebong hingga saat ini belum merasakan ‘nikmatnya’ berbagai layanan yang disajikan oleh berbagai operator selular di ponsel milik warga lantaran Desa Tebat Tenong Dalam merupakan satu dari tiga Desa yang belum terjangkau sinyal operator telepon seluler.

Jikapun ada, hanya bisa diperoleh di beberapa titik lokasi dengan daya pancar sinyal yang sangat lemah dan tidak stabil.

“Sudah sangat lama kami menginginkan adanya pembangunan tower atau menara pemancar sinyal Ponsel pak di Desa kami ini. Sehingga, warga kami tidak lagi seperti Warga yang tinggal di Desa terisolir lantaran tidak bisa berkomunikasi dari jarak jauh,” ujar Kepala Desa Tebat Tenong Dalam, Guntur Gunawan, Selasa (10/7).

Dikatakan Guntur, di Desa yang Dia pimpin terdapat 270 Kepala Keluarga dan memiliki 1016 Jiwa. Sebagian besar Warga adalah Warga usia pelajar dan produktif yang notabenenya merupakan pengguna Polsel aktif setiap harinya.

“Padahal seiring perkembangan zaman dan teknologi, masyarakat di Desa kami ini, sudah banyak yang memiliki dan mengandalkan telepon genggam untuk komunikasi jarak jauh. Bahkan, ada juga Warga kami yang sangat membutuhkan jaringan internet untuk mendukung profesi yang ditekuni demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari hari,” ujar Guntur.

Belum lagi, sambung Guntur, di Desa yang terkenal sebagai penghasil Kopi Robusta ini belum memiliki fasilitas sekolah menengah pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sehingga, anak anak harus bersekolah di daerah pusat Kecamatan Bermani Ulu yang jaraknya bisa mencapai 4-5 Kilometer dari permukiman Warga setempat.

“Terkadang sebagian Warga yang anak anaknya bersekolah tingkat SMP maupun SMA sering khawatir jika terjadi apa apa terhadap anaknya di perjalanan maupun di Sekolah. Sebab, orang tua maupun sang anak tidak bisa berkomunikasi jarak jauh di saat sang anak sedang bersekolah,” ujar Guntur.

Selain itu, saat ini Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tebat Tenong Dalam tengah mengelola usaha Video Shooting untuk acara acara pesta pernikahan hingga hajatan lainnya. Tentunya, usaha tersebut juga sangat membutuhkan jaringan selular untuk bisa mempromosikan BUMDes secara luas.

“Alhamdulilah BUMDes kita berjalan lancar. Tetapi saya yakin, jika nantinya di Desa kami ini sudah terjangkau sinyal Ponsel, maka usaha BUMDes kami ini akan semakin maju pesat. Sebab, kami bisa mempromosikannya secara luas ke daerah luar Desa melalui Internet dan Media Sosial,” ujar Guntur.

Untuk itu, Guntur mewakili Warga Desa Tebat Tenong Dalam sangat berharap agar Pemerintah Daerah Rejang Lebong, Pemerintah Provinsi Bengkulu maupun pihak – pihak Perusahaan penyedia tower Base Transceiver Station (BTS) agar dapat membangun menara pemancar sinyal ponsel di Desa tersebut secepatnya.

“Untuk lahan pembangunan Tower sendiri sudah kami siapkan kok Pak. Jika nanti ada yang akan membangun Tower disini tidak akan susah susah lagi mencari lahannya,” ujar Guntur.

Pantauan PedomanBengkulu, tiga Desa yang tidak terjangkau sinyal Ponsel tersebut yaitu Desa Tebat Tenong Dalam, Desa Air Pikat dan Desa Tebat Pulau. Kesemuanya berada di Kecamatan Bermani Ulu. [Ifan Salianto]