Warga Desa Tanjung Beringin Kecamatan Curup Utara saat membangun pelapis tebing.

REJANG LEBONG, PB – Keinginan warga Desa Tanjung Beringin Kecamatan Curup Utara untuk membangun dua unit jembatan gantung sebagai akses penghubung dengan wilayah perkebunan dan desa lain antar kecamatan akhirnya terwujud. Melalui program Dana Desa (DD) tahun anggaran 2018, warga tuntas membangun kedua jembatan tersebut.

“Desa tempat kami bermukim ini termasuk desa yang masih sangat asri lantaran sebagian besar wilayah desa kami ini merupakan perkebunan warga yang mayoritas menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian. Baik kopi maupun padi,” ujar Rustam, Kepala Desa Tanjung Beringin, Minggu (22/7/2018).

Dijelaskan Rustam, Desa yang dipimpin olehnya ini memiliki 1095 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga mencapai 300. Desa Tanjung Beringin jiga merupakan Desa yang dikenal sebagai salah satu Desa sasaran program Transnigrasi oleh Pemerintah.

“Selain membangun jembatan, DD juga kami gunakan untuk membangun 3 titik pelapis tebing serta membuat drainase jalan,” jelas Rustam.

Sementara, Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2018 digunakan untuk membangun Kantor Desa. Sebab, kantor Desa yang lama kondisinya sudah sangat usang dan tidak layak pakai kembali.

“Tentu saya dan Warga sangat bersyukur dengan adanya program DD dan ADD ini. Sebab, jika tidak ada program ini, mungkin infrastruktur di Desa kami belum akan sebaik ini. Lihat saja Pak, sekitar 40 persen Infrastruktur Desa kami kondisinya sudah sangat baik,” ujar Rustam.

Dilanjutkan Rustam, dengan kondisi infrastruktur yang baik maka pertumbuhan ekonomi Warga di desa tersebut juga otomatis semakin membaik. Betapa tidak, saat ini petani sudah tidak lagi harus mengeluarkan biaya angkut yang mahal jika akan mengeluarkan hasil bumi maupun pertanian dari areal perkebunan lantaran kendaraan pengangkut sudah bisa masuk hingga ke tepian kebun untuk membawa hasil panen ke pasar terdekat. Belum lagi, dengan adanya DD dan ADD ini, warga juga mendapatkan penghasilan tambahan dari upah yang didapat lantaran ikut serta dalam pekerjaan fisik pembangunan.

“Wah kalau dulu, besarlah ongkos daripada untung yang di dapat dari hasil tani,” ujar Rustam.

Terlepas dari itu, sambung Rustam, Dirinya sebagai Kepala Desa masih memiliki Pekerjaan Rumah (PR) yang harus dikerjakan untuk mensejahterakan Warga Desa yang dipimpinnya, yaitu membangun gedung PAUD, melengkapi kelengkapan peralatan di Puskesdes yang ada.

“Yang terutama lagi, ada satu keinginan Masyarakat desa kami yang jadi prioritas untuk segera dibangun yaoti membuat sarana olahraga berupa lapangan Voli. Sebab, olahraga bola Voli merupakan jenis olahraga yang paling banyak diminati Warga disini selain sepakbola. Selain sebagai sarana olahraga, lapangan voli itu nantinya juga bisa dijadikan sebagai lokasi Warga Desa berkumpul dalam setiap perayaan berbagai moment hari besar nasional. Seperti, HUT kemerdekaan Republik Indonesia dan sebagainya,” ujar Rustam. [Ifan Salianto]