wakil Bupati Seluma, Suparto berbicang dengan warga yang sedang antri membuat e-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Seluma, Kamis (12/7/2018).

SELUMA, PB – Lantaran kerap menerima laporan masyarakat, tentang lambannya proses dalam pelayanan Dinas Pendudukan dan Catatan Cipil (Disdukcapil) Kabupaten Seluma dalam pengurusan pembuatan E-KTP dan pembuatan KK serta Akte Kelahiran.

Wakil Bupati Seluma Suparto melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) ke kantor Disdukcapil, sekira Pukul 02.30 WIB, Kamis (12/07/2018).

Dalam sidaknya, Wabup menanyakan langsung ke petugas Dukcapil, penyebab kendala lamanya pencetakan E KTP dikarenakan proses rekaman yang harus dikirim ke Dukcapil Pusat.
“Kalau ada yang merekam tidak bisa langsung dicetak, karena masih akan dikirim ke jakarta dan direkam ulang datanya ke jakarta,” kata Wabup kepada wartawan disela Sidak.

Menurut Wabup, penyebab lambannya proses pembuatan E KTP karena prosesnya harus dikirim kejakarta, sehingga pengguna jaringan seindonesia, hal itu juga membuat jaringan server dinas Dukcapil Seluma lemot, serta seringnya mati lampu diwilayah seluma juga menjadi kendala.

“Otomatis kalau prosesnya dari dukcapil Seluma dikirim dulu ke pusat jaringan lemot karena penggunanya banyak. Sehingga masyarakat harus kembali lagi ke dukcapil, Namun dukcapil juga keluarkan surat keterangan bagi yang sudah merekam,” tegas Wabup.

Kata dia, proses pembuatan E KTP, setelah direkam belum tentu bisa dicetak, sehingga, dia meminta dinas dukcapil harus membuat papan pengumuman tentang tata cara perekaman dan jadwal cetak.

“Dukcapil harus buat papan pengumuman, proses perekaman, kapan Pencetakan dan lama proses pencetakan,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Pendaftaran Penduduk Dinas Dukcapil Seluma, Dewi Ilmiawati mengatakan, pihaknya sudah semaksimal mungkin untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Hanya saja proses perekaman langsung dikirim kepusat sehingga sering terjadi gangguan.

“Untuk perekaman ditahun 2016 kebawah memang banyak problem dalam penrekaman sehingga terjadi lamanya pencetakan, sedangkan untuk tahun 2018 semuanya lancar. Setelah perekaman paling tidak satu minggu dan satu bulan sudah keluar, kita targetkan tiga bulan,” sampainya.

Ia mengatakan, Setiap masyarakat yang merekam, nantinya kita minta untuk tinggalakan nomor Handphone sehingga suatu saat KTP sudah dicetak, tinggal dihubungi.

“Kita minta setiap masyarakat yang merekam untuk tinggalkan nomor Handphone di ruangan pelayanan, sehingga nanti kalau sudah selesai dicetak tinggal dihubungi, dan itu juga kita berikan surat keterangan selama enam bulan, legalitasnya sama dengan KTP,” tutupnya. [Sepriandi]