Direktur RSUD Kota Bengkulu Lista Cerlyviera

BENGKULU, PB — Maraknya kasus penyakit Demam Berdarah yang menimpa masyarakat, khususnya Bengkulu, Direktur RSUD Kota Bengkulu Lista Cerlyviera, menghimbau agar masyarakat tetap menerapkan kewaspadaan sedini mungkin hingga akhir tahun.

“Kewaspadaan dini harus tetap kita terapkan walaupun dari segi jumlah itu belum ada peningkatan yang signifikan dibanding dengan bulan lalu, karena DBD sendiri kalau tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan kefatalan yaitu kematian,” ujar Lista Cerlyviera,Rabu (25/7).

Dijelaskan, dalam bulan ini tidak ada 3 kali lipat peningkatan penderita DBD, terhitung jumlahnya masih sama dengan bulan sebelumnya. Untuk melihat keseluruhan penderita DBD, juga harus bandingkan dengan Rumah sakit lainnya untuk mengetahui jumlah peningkatannya.

Sebenarnya edukasi dari masyarakat, kejadian saat ini merupakan efek dari tindakan yang dilakukan pihak rumah sakit di tahun lalu, ketika sudah berjalan dengan baik konsekuensinya akan ada di akhir tahun, dengan jumlah penderita akan terus menurun dan merupakan wujud positif berupa perbaikan dari upaya dan kerja keras pihak Rumah Sakit dalam pemberantasan DBD.

“Bagi penderita DBD cenderung menimpa anak anak dan dewasa muda, karena di ketahui dari perilaku nyamuk menggigit korban di pagi hari atau sore hari, untuk malam hari biasanya nyamuk malaria,” kata Lista Cerlyviera

Sementara, untuk penderita DBD memiliki diagnosa kemiripan dengan penyakit lainnya yakni demam, nyeri ulu hati, ataupun nyeri tekan perut, sama persis dengan sakit Maag, setelah di lakukan pemeriksaan di Laboraturium akan di ketahui apa penyakit yang diderita pasien.

“Dimusim yang sudah masuk di pancaroba atau bulan hujan, penyakit DBD, infeksi saluran nafas, batuk pilek pada anak, harus tetap diwaspadai. Sementara ini untuk kunjungan di poliklinik RSUD masih konstan, untuk keseluruhan poli baik, penyakit dalam, poli gigi dan lainya sekitar 150 pasien,” tandas Lista Cerlyviera. [Ardiyanto]