AKBP Jeki Rahmat Mustika

PedomanBengkulu.com, Seluma – Penyidik Satreskrim Polres Seluma saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait laporan dari seorang ASN (Aparatur Sipil Negara) Guru berinisal M yang melaporkan tindak pidana pemerasan yang dilakukan oleh N bersama dua orang temannya.

Pelapor mengadukan tindakan pengancaman dan pemerasan yang dilakukan oleh 3 orang yang mana salah satunya mengaku sebagai wartawan.

Informasi didapat, pemerasan terhadap korban berawal dari tiga orang terlapor yang melakukan penggerebekan terhadap M, saat bersama dengan sang murid pada Selasa (28/07/2018) malam. Pada saat digerebek, korban dituduh melakukan tindak asusila bersama muridnya. Oleh ke-tiga orang pelaku, korban kemudian dibawa naik mobil untuk diserahkan ke pihak kepolisian.

Dalam perjalanan menuju kantor polisi, korban dan muridnya diminta untuk memperagakan tindakan yang dilakukannya. Pada saat reka ulang, salah seorang dari ketiga pelaku ini mengambil gambar dengan menggunakan kamera. Pelaku kemudian menawarkan upaya perdamaian dengan syarat menyerahkan uang Rp50 juta dan kasusnya akan selesai. Korban kemudian menuruti keinginan para pelaku dan menyerahkan uang Rp35 juta.

Merasa diperas oleh oknum yang mengaku sebagai wartawan, korban kemudian melaporkan dugaan tindakan pemerasan ini ke Polres Seluma.

“Laporannya ada dan saat ini sedang dalam proses penyelidikan,” kata Kapolres Seluma AKBP Jeki Rahmat Mustika, Selasa (14/08/2018).

Penyidik Satreskrim, telah memanggil terlapor untuk dimintai keterangan. [Sepriandi]