Antrian truk sawit capai 4 Kilometer menuju PT APS di Desa Beriang Tinggi, Kecamatan Tanjung Kemuning, Kaur, Minggu (5/8)

PedomanBengkulu.com, Kaur- Aktivitas PT Anugrah Pelangi Sukses (APS) di Desa Beriang Tinggi Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur meresahkan dan mengancam keselamatan warga.

Pasalnya, antrian panjang truk sawit menuju pabrik PT APS menutup sebagian badan jalan yang mengakibatkan rawan terjadi kecelakaan.

Seorang warga Desa Beriang Tinggi, Din (30) mengatakan, antrian panjang truk sawit tersebut sudah terjadi berbulan-bulan dan tak ada solusi dari pabrik untuk mengurangi antrian.

“Tidak ada solusi dari Manajemen Pabrik PT APS, untuk mengurangi antrian di badan Jalan Beriang Tinggi ini. Sudah banyak yang korban, akibat antrian ini tadi sore sebuah mobil warna merah, nabrak antrian Truck Sawit, untung tidak ada korban jiwa,” kata Din, Minggu (5/8).

PT APS merupakan pabrik yang bergerak di bidang Industri Pengolahan Sawit, Crude Palm Oil (CPO). Namun, menurut Din, Manjemen perusahaan tersebut sudah berganti-ganti.

Di perusahaan tersebut, sambung Din, persoalan selalu muncul, seperti, soal tenaga kerja, dana Coprate Responsibility (CSR), tidak adanya kebun inti, limbah hingga pengambilan air pabrik yang tidak ada izin.

Mobil jenis sedan alami kecelakaan setelah menabrak antrian truk sawit yang menutup badan jalan, Minggu (5/8)

“Persoalan ini harus ditindak oleh penegak hukum,” ungkap Din.

Sementara itu, Tim Investigasi Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP), Parul Rozi mengatakan pengolahan CPO harus dikerjakan secara profesional. Terlebih soal keselamatan warga dan lingkungan.

“Hasil Pengolahan CPO, harus terintegrasi dan dilakukan pengolahan secara profesional jika tidak begitu maka keselamatan warga dan lingkungan terancam,” ujarnya. [Feri]