PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bengkulu mengajak Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP), Organisasi masyarakat (OMS), serta Media massa di Provinsi Bengkulu untuk menyukseskan pemilu tahun 2019.

“Melalui kegiatan ini kita mencoba untuk membangun komunikasi dengan berbagai pihak stake older yang kita anggap memang kelompok strategis untuk membantu, kemudian memperkuat kerja kerja pengawasan berdasarkan aturan atau regulasi ada batasan batasan dengan konsentrasinya ke pileg dan pilpres,” kata Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu Parsadaan Harahap, di Hotel Santika Bengkulu saat membuka Sosialisasi Pengawasan dengan Media Massa OKP dan OMS di Provinsi Bengkulu, Minggu (19/8/2018).

Dijelaskan Parsadaan Harahap, diharapkan Bawaslu dapat melakukan tindak lanjut bagaimana merumuskan kembali hubungan dengan semua pihak dan OMS, OKP serta media massa untuk peningkatan dalam laporan terkait pelanggaran pelaksanaan pemilu.

“Kalau kita melihat selama ini dari pemetaaan yang banyak itu adalah temuan, nah kalau temuan ini kan tentunya lebih kepada kinerja aparat pengawasan jajaran kita di internal. Kalau laporan itu lebih ke eksternal laporan itu bisa dilakukan di luar OMS OKP dan media massa,” kata Persada.

Tambah Persada, syarat membuat laporan harus memiliki hak pilih dan itu bisa di lakukan oleh para pemilih yang sudah terdaftar. Perbandingan dari pemilihan sebelumnya masih relatif kecil tidak sampai 10 persen.

“Dari jumlah pelanggaran yang kita tangani, masih relatif kecil tidak sampai 10 persen. Pelanggaran itu juga ada beberapa jenis diantaranya pelanggaran etik, pelangaran pidana pelanggaran administratif kemudian yang menjadi sengketa. Anggota Bawaslu sudah bertambah 2 orang dari sebelumnya 3 orang, menjadi 5 orang. Namun peran serta para pihak dalam meningkatkan kerja pengawasan itu sangat penting untuk menciptakan pemilu yang demokrasi, cerdas, bersih dan berintegritas,” pungkasnya. [Ardiyanto]