PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai bentuk komitmen pengembangan Pasar Modal di seluruh Indonesia. Salah satu caranya adalah melalui pengaktifan kembali Galeri Investasi (GI) BEI Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bengkulu di Provinsi Bengkulu.

Galeri Investasi ini merupakan kerjasama 3 pihak antara BEI, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bengkulu dan Indo Premier Sekuritas, dimana sebelumnya bermitra dengan Phintraco Sekuritas. Kerjasama 3 pihak ini bertujuan untuk mengenalkan Pasar Modal sejak dini dalam dunia akademis. Galeri Investasi (GI) BEI Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bengkulu ini merupakan Galeri Investasi BEI yang pertama kali diresmikian pada tanggal 20 September 2016 ke-208 (dua ratus delapan) dari 400 Galeri di seluruh Indonesia per 14 Agustus 2018.

Acara peresmian (Relaunching) Galeri Investasi BEI Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ini dihadiri oleh Kepala Kantor Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu Bapak Yan Syafri, Kepala Pengembangan Wilayah Area 1 PT BEI Bapak Dedy Priadi, dan Brand Manager IpotStock PT Indo Premier Sekuritas Bapak Robinson pada Selasa (21/08/2018).

Pengaktifan kembali GI BEI FEB Universitas Bengkulu ini juga bertujuan untuk mengenalkan dan mendekatkan investasi di pasar modal kepada mahasiswa, pemerintah daerah, instansi, asosiasi profesi, dan masyarakat di Kota Bengkulu. Selain itu, GI ini juga didasarkan pada masih rendahnya tingkat literasi dan inklusi tentang produk investasi yang legal dimasyarakat.

Hal ini menyebabkan produk-produk investasi ilegal/bodong masih kerap beredar dan memakan korban. Dengan diaktifkan kembali GI ini diharapkan kedepannya akan dilakukan sosialisasi dan edukasi secara kontinyu sehingga dapat menekan peredaran investasi bodong kepada masyarakat.

Sampai dengan akhir Juli 2018 jumlah investor pasar modal di Provinsi Bengkulu telah mencapai 2,913 dengan single investor identification (SID) 2,691. Angka ini tumbuh 100% yoy jika dibandingkan dengan jumlah investor pada tahun sebelumnya.

Melalui Pengaktifkan kembali GI BEI FEB Universitas Bengkulu diharapkan dapat meningkatkan jumlah investor, serta mendorong masyarakat setempat untuk memanfaatkan Pasar Modal sebagai sarana investasi jangka panjang. Potensi pertumbuhan jumlah investor pasar modal di Kota Bengkulu dan kota-kota di sekitarnya ke depannya akan cukup besar seiring dengan potensi ekonomi yang dimiliki oleh Provinsi bengkulu. [Nurhas Bunaida]