Cucur Ringgit. Foto Bang Edi

Cucur ringgit adalah makanan khas daerah Seluma yang terbuat dari beras ketan yang ditumbuk kemudian dicampur dengan gula merah. Cucur ringgit memiliki keunikan tersendiri yaitu bentuknya yang bulat dan menyerupai gong yang bagian tengahnya empuk, gurih, manis, sedangkan bagian pinggirnya renyah.

Diberi nama cucur ringgit karena bagian pinggirannya yang renyah dan terdapat renda menyerupai lekukan bunga atau masyarakat Seluma biasanya menyebutnya ringgit.

Makanan ini biasanya dipasarkan di Desa Air Teras Kecamatan Talo Kabupaten Seluma, masyarakat menamainya Pasar Cucur. Para pedagang berjejer dengan membuat pondok-pondok kecil di pinggir jalan lintas nasional tetapnya di dekat jembatan Desa Air Teras.

Pasar cucur ini dibuka di pagi hari hingga malam hari dan yang membuatnya menarik adalah para pedagang akan menggoreng langsung cucur ringgit ditempat mereka berjualan. Tak jarang para pembeli melihat langsung proses pembuatan cucur ringgit yang terbilang unik.

Tak hanya itu, cara memasaknya pun bisa dikatakan unik dan membutuhkan kesabaran yang ekstra. Berbeda dari kue lainnya, cucur ringgit tidak dimasak secara bersamaan.

Namun, satu-persatu kue akan dimasak di dalam kuali yang agak cembung dengan minyak yang tak terlalu banyak. Itulah mengapa kesabaran sangat diperlukan dalam memasak cucur ringgit.

Dengan harga yang sangat terjangkau yaitu Rp 1000 perbuah, cucur ringgit selalu menjadi idola banyak orang. Pembelinya pun bukan hanya masyarakat sekitar pasar cucur, tetapi para pengunjung Kabupaten Seluma atau orang-orang yang melintas didaerah Seluma.
Biasanya kue cucur dijadikan sebagai oleh-oleh jika seseorang akan berpergian dari Daerah Seluma. Nah, menariknya lagi para pembeli akan diberi lebih jika membeli kue yang berbahan utama tepung beras ini dalam jumlah yang banyak.

Resmi Hartati, Komunitas Menulis Bengkulu