Senator Riri Damayanti John Latief

PedomanBengkulu.com, Jakarta – Generasi millenial memiliki potensi besar sebagai pengenal kepariwisataan Bengkulu, baik yang dilakukan secara langsung melalui sekolah ke luar daerah, maupun melalui media-media sosial yang mereka miliki.

Senator muda Indonesia, Riri Damayanti John Latief menilai, bila millenial ikut serta secara aktif dalam menggarap sektor pariwisata dengan cara menjadi promotor keindahan alam, tempat bersejarah dan destinasi-destinasi yang ada di Bengkulu, upaya untuk mensukseskan Wonderful Bengkulu 2020 akan mudah terwujud.

Anggota Kaukus Perempuan Parlemen RI ini menjelaskan, millenial memiliki kemampuan lebih dalam memanfaatkan jejaring sosial untuk mengenalkan pariwisata Bengkulu.

“Saya sendiri sudah memproduksi sejumlah dokumentasi yang menayangkan keindahan alam Bengkulu dan mempromosikannya melalui berbagai akun media sosial yang saya miliki. Dan ini akan terus saya lakukan,” kata Senator Riri kepada jurnalis, Kamis (2/8/2018).

Senator Riri menyarankan agar Pemerintah Daerah dapat menggarap potensi ini dengan cara memberikan pembekalan terhadap pelajar dan mahasiswa mengenai dasar-dasar pemasaran pariwisata.

“Saya terbuka untuk diajak bekerjasama seperti yang kemarin kita lakukan bersama Rafflesia Foundation dengan beberapa organisasi lain dalam bentuk kegiatan Aksi Peduli Lingkungan bersih sampah berhadiah di area Pantai Panjang, Sport Center Kota Bengkulu akhir Juni 2018 kemarin,” imbuhnya.

Anggota Komite III DPD RI ini mengungkapkan, Bengkulu membutuhkan peningkatan capaian promosi pariwisata. Riri menekankan, karena bersifat investasi, Pemerintah Daerah tidak akan rugi bilamana mengalokasikan anggaran promosi destinasi wisata sedikit lebih besar untuk menyedot kunjungan wisatawan ke Bengkulu.

“Dalam waktu dekat akan ada dua momen menarik yang akan berlangsung, yakni Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, lalu Festival Tabut pada pertengahan September 2018 di Bengkulu. Kalau kita mampu memanfaatkan dua momen ini untuk menarik wisatawan ke Bengkulu, saya kira pasti akan menggerakkan ekonomi kita dan berdampak kepada seluruh lapisan masyarakat,” ujar Senator Riri.

Khusus pada momen Festival Tabut, lanjut produser eksekutif Film “Gading” ini, Pemerintah Daerah perlu kembali mengajak seluruh duta-duta besar dunia di Indonesia untuk menyaksikan peringatan perayaan Tahun Baru Islam termegah di nusantara ini.

“Kita punya bunga yang unik, batik yang khas, tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah tinggi, kalau semua stake holder kompak, termasuk industri jasa seperti perhotelan dan industri kreatif seperti cendera mata saat Festival Tabut nanti, saya optimis kunjungan wisatawan ke Bengkulu akan terus meningkat secara drastis. Mudahan-mudahan,” demikian Senator Riri.

Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisman ke Indonesia dari Januari hingga Juni tahun 2018 ini mencapai 7,53 juta kunjungan atau naik 13,08 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada Januari hingga Juni tahun lalu yang berjumlah 6,66 juta kunjungan.

Menurut Kepala BPS Suhariyanto, kunjungan wisman ke Indonesia akan mengalami peningkatan hingga akhir tahun yang ia lihat melalui kecenderungan peningkatan jumlah kunjungan wisman setiap bulannya. Hal ini menjadi alasan kenapa Pemerintah perlu melakukan lebih banyak upaya agar wisman berbelanja ketika berkunjung ke Indonesia.

Untuk diketahui, DPD RI dibentuk dengan visi memperjuangkan aspirasi daerah untuk mewujudkan tujuan nasional demi kepentingan bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia.

Untuk mencapai visi tersebut, Komite III DPD RI memiliki lingkup tugas untuk menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan khususnya dengan memperhatikan urusan daerah dan masyarakat bidang pendidikan, agama, kebudayaan, kesehatan, pariwisata, pemuda dan olahraga, kesejahteraan sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, dan beberapa bidang lainnya. [Eva De]