PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Pembangunan gedung Gazebo di Kawasan Wisata Danau Mas Harun Bastari (DMHB) Kabupaten Rejang Lebong tahun anggaran 2018 gagal di laksanakan. Tak hanya itu, paket pekerjaan pembangunan Toilet di lokasi yang sama juga gagal dibangun. Ini terjadi lantaran pelaksanaan tender atau lelang kedua paket pekerjaan tersebut sudah dua kali gagal.

“Dua paket proyek ini sumber dananya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018. Sudah dua kali kita tenderkan, tapi gagal tidak ada pemenangnya. Sedangkan, bulan Juli adalah batas akhir realisasi DAK,” ujar Kadis Pariwisata Rejang Lebong, Darmansyah, Rabu (15/8).

Diakui Darmansyah, dana pembangunan kedua paket tersebut dikembalikan ke Kas Daerah dan selanjutnya akan kembali dianggarkan pada tahun 2019 mendatang. Tentunya dengan harapan bisa terealisasi pada tahun mendatang.

“Sangat disayangkan sebenarnya. Tapi sesuai aturan, pelaksanaan DAK berakhir bulan Juli. Sedangkan, jika kembali dilaksanakan tender maka akan memakan waktu lagi dan diprediksi baru selesai lewat dari bulan Juli. Makanya tidak jadi kita laksanakan dan di kembalikan,” ujar Darmansyah.

Kendati demikian, sambung Darmansyah, melalui Dinas yang dipimpinnya ini tetap ada pekerjaan fisik pembangunan yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2018 yaitu pembangunan Jembatan di kawasan Wisata Gunung Api Kaba di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang.

“Menggunakan dana APBD Rejang Lebong kita membangun jembatan. Insya Allah pada APBD Perubahan ini kita juga melakukan perbaikan jalan menuju lokasi wisata dan jika waktu serta dananya nanti tidak mencukupi maka akan dilanjutkan kembali pada tahun 2019 mendatang. Jalan yang diperbaiki yaitu jalan mulai dari Gapura Gunung api Kaba menuju lokasi Gunung Api Kaba yang merupakan kewenangan dari KSDA,” tegas Darmansyah. [Ifan Salianto]