Kepala Bidang Penerimaan PBB dan BPHTB pada Bapenda Kota Bengkulu Gita Gama saat memberikan keterangan pers.

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Untuk menjawab keluhan masyarakat Bengkulu mengenai nilai tanah, Pemerintah Kota Bengkulu melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mengadakan acara sosialisasi tentang analisa zona nilai tanah di Kota Bengkulu, Selasa (14/8/2018).

Bertempat di ruang Gunung Bungkuk Kantor Walikota Bengkulu, acara sosialisasi ini melibatkan camat dan lurah se-Kota Bengkulu. Berbagai keluhan warga masyarakat seperti status kepemilikan tanah yang belum jelas dan tanah bersengketa disampaikan para lurah dalam kegiatan ini.

Kepala Bidang Penerimaan PBB dan BPHTB pada Bapenda Kota Bengkulu, Gita Gama, menyampaikan, sosialisasi ini menjadi langkah awal pemutakhiran Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang saat ini berlaku di Kota Bengkulu.

“Untuk data nilai jual pajak itu masih sangat rendah. Masih ada yang Rp5 ribu per meternya. Untuk itu sangat diperlukan analisa zona nilai tanah sehingga memiliki kesimpulan nilai yang pas dan ideal,” kata Gita saat diwawancara.

Guna mendapatkan data yang akurat, lanjut Gita, Bapenda Kota Bengkulu menggandeng PT Surya Mahardika untuk melakukansurvei, menganalisis, mendata dan mencatat nilai objek tanah di Kota Bengkulu.

“Hasil dari pekerjaan mereka akan menjadi rekomendasi kami untuk mengusulkan perubahan nilai jual objek pajak,” ujar pria yang dikenal ramah dan bersahaja ini.

Sosialisasi ini diikuti oleh camat dan lurah se-Kota Bengkulu.

Dengan adanya pemutakhiran data, tambah Gita, Bapenda Kota Bengkulu berharap bisa menghasilkan PAD yang lebih besar dari sektor PBB untuk menunjang pembangunan Kota Bengkulu yang lebih baik.

Acara ini dibuka oleh Asisten III Setda Kota Bengkulu M Husni. Kegiatan pemutakhiran NJOP ini juga melibatkan TP4D dari Kejaksaan sebagai bentuk pendampingan agar kegiatan dimaksud bisa berjalan sesuai dengan rencana dan aturan yang berlaku. [Yoma Zulkarnain]