Sopir angkot melakukan sweeping terhadap Grab Car yang melintas di Simpang Lima Ratu Samban, Jumat (10/8)

PedomanBengkulu.com, Bengkulu –Berselang waktu empat jam dari Rapat Mediasi antara supir angkot dan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bengkulu terkait keberadaan 40 kendaraan online Grab yang tidak memiliki izin, Jum’at siang (10/8/2018) supir angkot melakukan pemberhentian paksa terhadap Driver Grab di Simpang Lima Ratu Samban Kota Bengkulu.

Satu Driver Grab dipaksa berhenti ketika sedang beroprasi di wilayah Simpang Lima Ratu Samban oleh dua supir mobil angkot. Hal ini dilakukan oleh supir angkot lantaran adanya kesepakatan bersama Dishub pagi tadi yang menyatakan Grab akan diberhentikan untuk sementara waktu.

Ronal sebagai supir Grab mengaku bahwa sebelumnya pihaknya tidak mengetahui adanya berita bahwa Grab hari ini akan dinonaktifkan untuk sementara waktu, sehingga supir ini tetap beroprasi hingga kejadian tersebut menimpanya.

“Kami mencegah jangan ada suatu tindakan anarkis antara supir angkot dengan supir Grab. Supir Grab tersebut langsung diamankan kesini, syukurlah tidak ada kontak fisik tadi, supir grab ini tidak tahu bahwa tadi pagi Dishub telah melakukan kesepakatan oleh para supir angkot untuk Grab di off-kan sementara, dan tadi info dari rekan kami ada dua supir Grab yang juga telah diamankan di Polsek Ratu Samban,” ujar Wiyanto, Kanit Patroli Satlantas Polres Bengkulu.

Pihak kepolisan juga berharap jangan sampai aksi ‘Sweeping’ Grab ini menimbulkan aksi anarkis hingga brutal, sebab nantinya akan mempersulit keadaan kedua belah pihak dan tentu hanya akan mengakibatkan situasi yang semakin memanas.

“Sebaiknya angkot juga tetap berjalan hingga sampai keputusan finalnya keluar, sehingga adanya suatu kejelasan sistem,” pungkas Wiyanto. [Yoma Zulkarnain]