Gusnan Mulyadi memberikan keterangan dalam sidang lanjutan suap proyek Bengkulu Selatan di Pengadilan Tipikor Bengkulu, Rabu (8/8).

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Terdakwa kasus suap Proyek di Bengkulu Selatan, Jauhari alias Jukak mengikuti sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, Plt Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi.

Selain Gusnan, juga mendengarkan keterangan saksi lain diantaranya Kepala Dinas PUPR Bengkulu Selatan, Sulistero, Sopir Kadis PUPR Bengkulu Selatan, Ari dan dari pihak swasta, Nurhadi.

Sidang dipimpin langsung Ketua Majelis Hakim Joner Manik beserta hakim anggota Gabriel Siallagan di Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu, Rabu (8/8).

Selain itu, hadir pula Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yaitu,Rahmat dan Zainal Abidin.

Dalam sidang tersebut, Gusnan mengatakan Juhari alias Jukak merupakan tim sukses Dirwan-Gusnan. Saat menjadi tim sukses ada perjanjian antara Dirwan Mahmud dan Jauhari terkait pemberian proyek apabila Dirwan menjadi Bupati. Sejak dilantik, kata Gusnan, dirinya tidak pernah terlibat dalam pengerjaan paket proyek di setiap dinas. Karena itu, Gusnan membantah terlibat dalam kasus suap tersebut.

“Saya tidak pernah dilibatkan pengerjaan paket proyek di masing-masing dinas. Namun, pernah mendengar kabar dari mulut ke mulut terkait pembagian paket proyek oleh keluarga terdekat pak Dirwan,” ungkap Gusnan. [Ardiyanto]