PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Belakangan terungkap jika di Kabupaten Rejang Lebong hanya tersisa 5 persen pelajar yang masih memiliki kebiasaan atau gemar membaca. Sedangkan 95 persen sisanya sudah hampir melupakan kebiasaan membaca melainkan lebih banyak menonton. Kondisi ini terungkap dalam kegiatan Fokus Group Diskusi (FGD) Kelompok Kerja Pendidikan Keluarga (Pokja Dikkel) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Rejang Lebong yang digelar Senin (20/8) di Kantor Dikbud Rejang Lebong.

“Ini suatu persoalan yang sudah sangat lama berlangsung dan harus segera kita sikapi. Hasil survei yang dilakukan tahun ini sudah selayaknya menjadi perhatian bagi kita semua,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Rejang Lebong, Transisius Samudji Spd, Senin (20/8).

Dijelaskan Samudji, dalam kehidupan keseharian seorang pelajar, hanya terdapat 1 – 2 jam waktu efektif untuk membaca di sekolah. Sementara, waktu paling banyak dan efektif bagi seorang pelajar untuk membaca adalah saat berada di rumah.

“Sebagai salah satu solusi paling ampuh untuk kembali menggalakkan gemar membaca bagi para pelajar yaitu memaksimalkan program pendidikan keluarga. Sehingga, para pelajar tidak hanya mendapatkan pendidikan di sekolah saja melainkan juga di rumah,” ujar Samudji.

Dilain sisi, sambung Samudji, pihaknya juga meminta kepada para lembaga yang telah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) penyelenggaraan pendidikan keluarga agar dapat berkoordinasi dengan satker BOS untuk mulai menggunakan dana BOS sebagai salah satu sumber pembiayaan pelaksanaan program pendidikan keluarga ini.

“Segera koordinasi dengan Satker dana BOS. Sehingga pembiayaan pelaksanaan program pendidikan Keluarga bisa ditanggung dana BOS. Tentunya dengan presntase pembiayaan yang sewajarnya. Jadi tidak ada lagi kendala yang bisa dijadikan alasan program pendidikan keluarga ini tidak berjalan maksimal,” tegas Samudji.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Rejang Lebong sekaligus Bunda PAUD Rejang Lebong, Hj Fitri Hertika Sari Hijazi mengatakan, suksesnya pencapaian program Pendidikan Keluarga tak luput dari peran serta para orang tua pelajar itu sendiri.

“Pendidikan dasar bagi seorang anak itu berasal dari keluarga. Nah itu butuh peran besar dari para orang tua. Sebagai contoh, pembentukan karakter anak yang terbaik adalah berasal dari rumah. Setiap hari, sebelum berangkat ke sekolah seorang ibu harus membimbing sang anak untuk belajar bertanggung jawab dan disipilin, sehingga anak saat berada di sekolah tidak takut untuk mengacungkan jari atau tangan saat guru memberikan sebuah pertayaan mendidik kepada sang anak. Termasuk bertanggung jawab dengan barang – barang milik temannya yang dipinjam. Jadi anak akan selalu jujur terhadap apapun yang dilakukannya setiap hari,” ujar Bunda Fitri.

Untuk itu, Bunda Fitri sangat meminta kepada lembaga sekolah yang terlibat agar maksimal dalam melaksanakan program Pendidikan Keluarga ini.

“Mulailah terbuka dengan para orang tua siswa dalam segi apapun. Sehingga, pendidikan keluarga ini benar benar berjalan baik. Sebab tidak bisa kita pungkiri jika waktu luang paling banyak bagi pelajar yaitu saat pelajar sedang berada di luar jam sekolah. Guru mendidik, orang tua juga mendidik,” tegas Bunda Fitri.

Pantauan PedomanBengkulu.com, kegiatan FGD diikuti oleh 42 lembaga sekolah yang telah mendapatkan Bimbingan Teknis pelaksanaan Program Pendidikan Sekolah serta sejumlah Pengawas pendidikan di Dikbud Rejang Lebong. Kegiatan menghadirkan tiga pateri yaitu Kadis Dikbud Rejang Lebong, Bunda PAUD Rejang Lebong serta Kepala Bidang pembinaan PAUD Dikbud Rejang Lebong. [Ifan Salianto]