PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke 73 tahun 2018 berjalan meriah di sejumlah wilayah pelosok Perkotaan Curup Kabupaten Rejang Lebong. Salah satunya terlihat di Desa Seguring dan Desa Kota Pagu Kecamatan Curup Utara, Jumat (17/8). Berbagai perlombaan yang melibatkan anak-anak desa setempat digelar khusus oleh perangkat desa sebagai wujud rasa syukur atas kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 lalu.

“Setiap tahun, warga desa kami selalu antusias secara gotong royong menggelar berbagai lomba dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI,” ujar Kepala Desa Seguring, Jumadi Irawan, Jumat (17/8).

Perangkat Desa, sambung Jumadi, sengaja selalu melibatkan anak anak sebagai peserta utama dalam berbagai mata perlombaan lantaran ingin mengajarkan dan terus menanamkan jiwa Nasionalisme serta patriotisme disetiap tubuh dan jiwa anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.

“Masa depan Indonesia ada di tangan mereka sebagai generasi penerus. Jadi sangat penting bagi kami untuk selalu menanamkan jiwa patriotisme di alam fikiran mereka. Melalui kegiatan perlombaan ini, anak-anak akan terus ingat tanggal Kemerdekaan RI dan bagaimana susahnya para pejuang merebut Kemerdekaan RI dari para penjajah dulu. Sehingga, mereka akan terus berusaha memelihara serta menghargai dan tahu arti apa itu Kemerdekaan bagi Bangsa kita ini,” tegas Jumadi.

Dilanjutkan Jumadi, ada sejumlah perlombaan yang selalu tiap tahun digelar di Desa setempat. Diantaranya, lomba membawa kelereng pakai sendok, pecah balon, lomba lari karung, makan kerupuk hingga lomba memasukan paku ke dalam botol.

“Di setiap perlombaan tersebut terdapat tingkat kesulitan khusus bagi anak – anak untuk memenangkannya. Ini mengartikan jika kemerdekaan RI dulu tidak serta merta mudah didapatkan oleh para pejuang, melainkan didapatkan dengan berbagai pengorbanan serta perjuangan. Inilah makna utama dari berbagai perlombaan yang kami gelar pada HUT Kemerdekaan RI ke 73 tahun 2018 ini,” ujar Jumadi.

Pantauan Pedoman Bengkulu, tak kurang dari puluhan anak-anak ikut serta dalam berbagai perlombaan. Sorak sorai suara kegembiraan menyelimuti jalannya berbagai mata cabang perlombaan. Tentunya, pelaksanaan lomba tetap diawasi secara langsung oleh Masyarakat Desa serta para orang tua peserta. [Ifan Salianto]