PedomanBengkulu.com, Jakarta – Duet pasangan Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga telah resmi mengumumkan bahwa mereka akan maju pada Pilpres 2019 mendatang. Keduanya bahkan telah dan tengah melakukan pendaftaran ke KPU RI.

Uniknya, pemilihan cawapres begitu dramatis. Baik itu Prabowo maupun Jokowi menerima sederet nama sebagai rekomendasi untuk mendampingi mereka di laga Pilpres 2019. Nyaris mendekati batas akhir penutupan pendaftaran ke KPU, mereka pun mendeklarasikan secara resmi.

Nama Ma’ruf Amin dan Sandiaga Salahuddin Uno tidaklah asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Sebagaimana dilansir dari Kompas.com berikut rekam jejak keduanya.

– MA’RUF AMIN

Ma’ruf memiliki pengalaman yang panjang di jabatan publik. Dia memiliki pengalaman 7 tahun sebagai Anggota Dewan Presiden (2007-2014). Dia juga memiliki pengalaman legislatif dari tahun 1971 hingga 1999. Dia juga aktif di organisasi kemasyarakatan sejak tahun 1964.

Terakhir, dia merupakan anggota Badan Pertimbangan Ideologi Pancasila bersama Try Sutrisno, Ahmad Syafii Maarif, Said Aqil Siradj, Mahfud MD, Sudhamek, Andreas Anangguru Yewangoe, dan Wisnu Bawa Tenaya. BPIP sendiri diketuai Megawati Soekarnoputri.

Berikut adalah profil Ma’ruf Amin dari Litbang Kompas:
Nama Lengkap: Ma’ruf Amin
Tempat, Tanggal Lahir: Kota Tangerang, Banten, 11 Maret 1943
Agama: Islam Jabatan: Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (2010 – 2014)
Alamat Kantor: MUI
Alamat Rumah: Jl. Deli Lorong 27 No. 41 Tanjung Priok Jakarta Utara Telp. (021) 492-450

Pendidikan
Umum:
– SR Kresek, Tangerang (1955)
– Madrasah Ibtidaiyah Kresek, Tengerang (1955)
– Madrasah Tsanawiyah Pesantren Tebuireng, Jombang (1958)
– Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang (1961)
– Fakultas Ushuluddin Universitas Ibnu Chaldun, Bogor (1967)
Khusus:
– Pesantren, Banten (1963)

Perjalanan karier:
Pekerjaan:
– Guru Sekolah-sekolah di Jakarta Utara (1964-1970)
– Pendakwah (1964)
– Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Nahdatul Ulama (Unnu), Jakarta (1968)
– Direktur dan Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan dan Yayasan Al-Jihad (1976)
Pemerintahan:
– Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (kehidupan beragama) (2007)
– Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (2010-2014)
Legislatif:
– DPRD Provinsi dari Utusan Golongan (1971-1973)
Keterlibatan dalam Organisasi:
– Ketua Fraksi DPRD I dari Fraksi Utusan Golongan
– DPR dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) (1973-1977)
– Ketua Fraksi DPRD I dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
– DPRD Provinsi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) (1977-1982)
– Pimpinan Komisi A dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
– MPR dari PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) (1997-1999)
– Anggota MPR RI dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)
– DPR dari PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) (1999-2004)
– Ketua Komisi VI dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)
– Anggota Panitia Anggaran dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)
– Anggota Komisi II dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) (1999)

Kegiatan lain:
– Ketua Ansor, Jakarta (1964-1966)
– Ketua Front Pemuda (1964-1967)
– Ketua NU, Jakarta (1966-1970)
– Wakil Ketua Wilayah NU, Jakarta (1968-1976)
– Anggota Koordinator Da’wah (Kodi), Jakarta (1970-1972)
– Anggota Bazis (Badan amil zakat, infaq, dan shadaqah), Jakarta (1971-1977)
– Ketua Dewan Fraksi PPP (1973-1977)
– Anggota Pengurus Lembaga Da’wah PBNU, Jakarta (1977-1989)
– Ketua Umum Yayasan Syekh Nawawi Al Bantani (1987)
– Katib Aam Syuriah PBNU (1989-1994)
– Anggota MUI Pusat (1990)
– Rois Syuriah PBNU (1994-1998)
– Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat (1996)
– Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) (1996)
– Ketua Dewan Syuro PKB (1998)
– Mustasyar PBNU (1998)
– Anggota Komite Ahli Pengembangan Bank Syariah Bank Indonesia (1999)
– Ketua Komisi Fatwa MUI (2001-2007)
– Mustasyar PKB (2002-2007)
– Ketua Harian Dewan Syariah Nasional MUI (2004-2010)
– Ketua MUI (2007-2010)

Keluarga:
– Hj. Siti Huriyah (almh. istri)
1. Hj. Dra. Siti Marifah, SH. (anak)
2. Hj. Siti Mamduhah, SE. (anak)
3. Siti Najihah (anak)
4. Hj. Siti Nur Azizah (anak)
5. Ahmad Syauqi (anak)
6. Ahmad Muayyad (anak)
7. Siti Hannah (anak)
8. Siti Haniatunnisa (anak)

– SANDIAGA SALAHUDDIN UNO

Nama Sandiaga Uno selama ini dikenal sebagai pengusaha muda dengan berbagai lini bisnisnya.

Ia semakin dikenal sebagai pejabat publik setelah memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017 sebagai wakil gubernur bersama Anies Baswedan yang menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Pria bernama lengkap Sandiaga Salahudin Uno ini dinilai sebagai sosok muda yang dinamis. Kursi DKI 2 merupakan awal karier Uno di kancah perpolitikan.

Kini, ia semakin menancapkan jejaknya di ranah politik setelah digandeng Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai cawapres yang akan bertarung pada Pilpres 2019.

Berikut profil Sandiaga dilansir dari Viva.co.id:

Nama lengkap: Sandiaga Salahudin Uno
Profesi: Pengusaha dan DKI 2
Tempat, Tanggal Lahir: Pekanbaru, 28 Juni 1969

Keluarga:
– Nur Asia (istri)
1. Anneesha Atheera Uno (anak)
2. Amyra Atheefa (anak)
3. Sulaiman Saladdin Uno (anak)

Pendidikan:
– SD PSKD Bulungan
– SMPN 12 Wijaya
– SMA Pangudi Luhur
– Bachelor of Business Administration, The Wichita State University, Kansas, AS, 1990
– Master of Business Administration, The George Washington Univ., Washington, AS, 1992

Karier:
– Summa Group, Jakarta, Mei 1990 – Juni 1993
– PT Recapital 1997 – 2007
– Seapower Asia Investment Limited, Singapura, Juli 1993 – April 1994
– MP Holding Limited Group, Singapura, Mei 1994 – Agustus 1995
– NTI Resources Limited, Calgary, Canada, September 1995 – April 1998
– PT Saratoga Investama Sedaya, April 1998 – Juni 2015
– Wakil Gubernur DKI Jakarta, 2017

Organisasi:
– HIPMI Jaya 1999-2001
– HIPMI Gorontalo
– HIPMI Pusat
– KADIN

Penghargaan:
– Indonesian Entrepreneur of the Year, 2008
– 150 orang terkaya versi Globe Asia, 2009
– Orang terkaya nomor 37 di Indonesia, Majalah Forbes, 2011
– Orang terkaya ke-63 di Indonesia versi Globe Asia

Selain dunia bisnis, Sandiaga Uno dikenal sebagai penggemar dunia olahraga, khususnya lari. Sandiaga Uno pernah keliling dunia dan berpartisipasi di 6 World Major Marathons New York (2011), Berlin (2012), Tokyo (2014), Chicago (2014), Boston (2015) dan London (2015). Ketika usianya 47 tahun, Sandi diangkat sebagai Ketua Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia menggantikan Hilmi Panigoro.

Sukses di dunia usaha dan olahraga, Sandiaga pun melirik dunia politik. Ia didaulat menjadi pengurus Partai Gerindra oleh Prabowo Subianto. Pada Pilgub DKI 2017, ia pun maju sebagai calon wakil gubernur DKI. Kini jejaknya di dunia perpolitikan kembali ditunjukan dengan didaulatnya Sandiaga mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. [Ivana]