Kajari Kepahiang, Lalu Syaifudin

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Kepahiang, Lalu Syaifudin membantah tudingan pembongkaran proyek pembangunan ruang Intensif Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepahiang dalam pemberitaan salah satu media online yang ada Bengkulu.

“Jadi begini, apabila tim ahli pemeriksaan fisik pekerjaan yang kita bawa menemukan fisik pekerjaan yang tidak sesuai prospek yang ditentukan dan merekomendasikan untuk mengganti, maka itu harus diganti sesuai prospek yang ditentukan, bukanya dilakukan pembongkaran tanpa prosedur. Karena sudah menjadi tanggung jawab Tim pengawalan dan pengamanan pemerintah dan Pembangunan (TP4) merekomendasikan kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang meminta proyeknya dikawal untuk menyatakan ahli di bidang pekerjaan yang sedang dikerjakan. Kalau Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) kan hanya memiliki kemampuan di bidang yuridis saja kalo di bidang teknis itu urusan ahli,” ungkap Lalu Syaifudin, di Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Selasa (14/8/2018).

Dijelaskan, Pihak kejari menyarankan OPD, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) maupun kuasa pengguna anggaran yang memiliki pekerjaan tersebut untuk mengundang tim ahli yang memiliki kemampuan dalam pemeriksaan terhadap pekerjaan tersebut, kemudian Kejari akan mendorong dalam perekomendasiannya.

“Kita belum menerima laporan dari pengawalan yang dilakukan oleh TP4D terhadap RSUD Kabupaten Kepahiang. Kita telah menurunkan orang untuk melakukan koordinasi kepada TP4D untuk turun kelapangan bersama ahli terkait kegiatan pembangunan Ruang ICU. Dan ketika tim sudah turun tidak hanya ICU saja yang diperiksa, tetapi seluruh kegiatan yang ada di RSUD tahun 2018 yang masih dalam proses pelaksanaan, dan apabila ada kekurangan maka dapat di antisipasi,” kata Lalu Syaifudin. [Ardiyanto]