PedomanBengkulu.com, Bengkulu Selatan – Sekira 30an petani, toke dan pemilik ramp yang tergabung sebagai Supplier atau pemasok TBS ke Pabrik Kelapa Sawit milik PT Sinar Bengkulu Selatan (PT SBS) melakukan penyegelan gerbang pabrik yang beralamat di Desa Nanjungan Kecamatan Pino Raya, Rabu (15/8/2018).

Penyegelan ini dipicu lantaran PT SBS dinilai ingkar janji dalam pelunasan hutang pembayaran Tandan Buah Segar (TBS) yang dibeli perusahaan. Lantaran kecewa dan merasa kena PHP (Pemberi Harapan Palsu), massa melakukan penyegelan dengan cara mengelas pintu masuk PT SBS.

Petani dan supplier yang difasilitasi oleh Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Pino Raya (FMPL PR) mendatangi PT SBS sekira pukul 11.00 WIB. Massa sempat memberi limit waktu hingga pukul 13.30 WIB namun tetap tidak ada kejelasan dari perusahaan. Setelah melakukan penyegelan, massa membubarkan diri sekira pukul 15.00 WIB.

“Hasil rapat di Pemda, perusahaan akan melunasi hutang ke supplier pada hari ini, tanggal 15 Agustus. Kedatangan kami dalam rangka menagih janji itu. Tidak ada kata sepakat, maka massa menyegel pintu gerbang,” jelas Koordinator FMPLPR Jerly Biterfin didamping Zul Oktoni kepada Pedoman Bengkulu.

Menurut Jerly, massa kesal dengan Manajer PT SBS yang sedang tidak berada di tempat. Dirinya menuding bahwa Manajer PT SBS sengaja menghindar.

“Hutang yang belum dibayar itu untuk TBS yang dipasok pada Bulan Juli dan Agustus. Nilainya bervariasi. Ada yang Rp10 juta, Rp20 juta, Rp30 juta bahkan lebih. Kalau totalnya saya tidak tahu persis, tapi bisa jadi mencapai Miliaran Rupiah. Ini yang datang 31 orang hanya sebagian saja,” imbuh Jerly.

Kekesalan massa lainnya, menurut Jerly lantaran pihak perusahaan tidak bisa memberi kepastian kapan akan melakukan pelunasan hutang. Selain itu perusahaan juga tidak menjelaskan alasan kenapa belum bisa menepati janji pelunasan.

“Sesuai dengan berita acara penyegelan yang dibuat tadi, segel akan dibuka setelah perusahaan melakukan pelunasan. Berita acara ditandatangani oleh seluruh supplier yang hadir, perwakilan perusahaan dan FMPLPR,” ujar Toni menambahkan. [Apdian Utama]