Zarlan

Pedomanbengkulu.com, Bengkulu Selatan – Komite Sekolah SD Negeri 2 Bengkulu Selatan memungut uang sumbangan dari wali murid untuk membeli kursi. Ini dilakukan lantaran jumlah kursi yang digunakan untuk belajar siswa tidak mencukupi.

Guru SD Negeri 2 Bengkulu Selatan, Zarlan tidak menampik adanya iuran tersebut. Namun menurutnya hal tersebut merupakan inisiatif dari komite sekolah dan dikelola oleh komite sekolah.

“Memang ada, tapi itu kegiatan komite sekolah. Tapi setahu saya sifatnya iuran itu tidak mengikat. Bleh bayar, juga boleh tidak. Apalagi kalau orang tuanya kurang mampu. Tidak ada paksaan,” jelas Zarlan kepada Pedoman Bengkulu, Senin (20/8/2018).

Menurutnya pula iuran kepada wali murid tersebut telah melalui proses musyawarah.

“Itu murni inisiatif komite sekolah. Mereka sudah mengumpulkan anggota. Bahkan kami pihak sekolah tidak dilibatkan dalam rapat. Berapa uang yang terkumpul kami juga tidak tahu. Karena yang mungut juga pengurus komite bukan kami,” ungkapnya.

Zarlan mengklaim bahwa SD Negeri 2 kekurangan kursi sebanyak 49 set. Selama ini, menurut Zarlan, kekurangan kursi tersebut bisa diatasi dengan cara penerapan siswa masuk dengan dua sift. Ada yang masuk sift pagi dan ada sift siang.

“Kalau masih double shift dulu kursi tidak ada masalah. Tapi ada kebijakan sesuai Kepmendikbud, bahwa sejak tahun ajaran 208/2019 ini sekolah dasar tidak dibolehkan double siff,” imbuh Zarlan.

Saat ini murid SDN 2 BS berjumlah 577 orang yang terdiri dari 21 kelas. SDN 2 Merupakan merger dari SDN 2 dan SDN 7 Bengkulu Selatan.

“Kalau kekurangan kursi ini memang sudah berlangsung cukup lama. Sudah sering diusulkan agar mendapat bantuan. Meski ada bantuan tidak mencukupi,” jelasnya.

Sementara itu salah seorang Wali Murid mengaku keberatan dengan kebijakan tersebut.

“Kenapa anak-anak murid disuruh kumpul uang Rp60 ribu. Bagi saya sebagai wali murid keberatan. Emang gak ada bantuan pemerintah untuk buat kursi,” ujar salah seorang wali murid melalui pesan messenger. [Apdian Utama]