Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Seluma Zahirin Rasull

Pedomanbengkulu.com, Seluma – Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Seluma Zahirin Rasull mengancam akan mundur dari Ketua BMA jika tidak ada kegiatan.

Ditahun 2018 ini BMA tidak ada anggaran, sebelumnya diajukan di APBD Seluma Tahun 2018, namun tidak digubris sehingga Kegiatan BMA vakum.

“Usulan BMA tidak digubris ditahun 2018 ini, saya sudah katakan ke Sekda, kalau tetap tidak ada kegiatan, lebih baik saya mundur. Tapi katanya dimasukan di APBD perubahan, “Kata Zahirin Rasul kepada wartawan usai menemui Sekretaris Daerah (Sekda) Seluma, Irihadi, Senin (27/08/2018).

Menurutnya, Kegiatan BMA itu meliputi kesenian adat, hukum adat dan pakaian adat. Pihaknya, berencana akan melakukan sosialisasi hukum adat. Jika hukum adat telah dibakukan, maka akan mulai dibukukan untuk diterapkan.

“Rencana kita nanti semua berhubungn dengan kegiatan BMA, bisa dibukukan untuk panduan BMA mensosialisasikan kemasyarakat, bukan bicara tanpa ada dasar,” tegasnya.

Dia menambahkan, tahun 2017 lalu BMA mendapatkan anggaran sebesar Rp 250 juta. Namun, untuk tahun 2018 ini tidak dianggarkan, sehingga sementara vakum.

“Tahun lalu kita dapat anggaran Rp 250 juta untuk kegiatan BMA,” tutupnya.

BMA sendiri sebelumnya, pernah mewacanakan penerapan hukum adat bagi masyarakat yang melanggar. Sebelum diberikan saksi pidana, pelanggar wajib harus mentaati hukum adat terlebih dahulu. Hukum adat ini rencananya akan lebih diutamakan sebelum sampai ke hukum pidana. [Sepriandi]