PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Tim Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu bekerja secara maksimal dalam setiap kasus yang ditangani.

Kasi Pidsus Kejari Oktalian, mengatakan pihaknya bekerja optimal dari pagi, siang hingga sore. Sementara untuk menetapkan tersangka dalam setiap kasus Kejari membutuhkan pertimbangan-pertimbangan.

“Dalam menetapkan tersangka dalam kasus tidak seperti membalikkan telapak tangan karena orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dia tidak bisa kembali menjadi saksi, tapi saksi bisa menjadi tersangka,” ujar Oktalian, Jumat (31/8/2018).

Dijelaskan Oktalian, dalam penanganan kasus harus ditelaah dan dipelajari secara matang, sehingga kalaupun sudah ditetapkan tersangka dalam kasus dan pelimpahan ke pengadilan minimal Kejari sudah mempunyai dua alat bukti untuk memperkuat perbuatan tersangka dugaan korupsi serta dalam penanggung jawaban tersangka dalam kasus yang menjeratnya.

“Nah, untuk kasus Beban kerja Kejari sudah mengetahui jumlah kerugian negara, namun untuk menetapkan tersangka kita akan telaah karena tidak seperti membalikan telapak tangan dalam menetapkan tersangka. Ada tiga saksi ahli yang kita butuhkan. Setiap hari kita koordinasi dengan BPKP, BPK maupun kementrian dalam negeri yang sampai hari ini kementian dalam negeri berkoordinasi dengan pihak BAP ahlinya, dan mereka masih dalam proses untuk menjawab itu. Jadi disini Kejari tidak diam, bukan fakum dalam hal ini dan kita masih melengkapi berkas perkara untuk menetapkan tersangka. Untuk saksi ahli sudah cukup, kita kita tinggal menunggu BAP ahli,” kata Oktalian. [Ardiyanto]