PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Organisasi Kemahasiswaan Paralegal Fakultas Hukum Universitas Bengkulu menggelar Dialog Publik dan Deklarasi bersama mahasiswa se Provinsi Bengkulu untuk menolak paham Radikalisme, Terorisme dan Siap Mewujudkan Pemilu 2019 yang Berintegritas, Aman dan Damai di Gedung Auditorium Universitas Bengkulu, Kamis (30/8/2018).

Mengusung tema ‘Merajut Kedamaian Dalam Bingkai Kebhinekaan Berdasarkan Pancasila di Universitas Bengkulu’, Paralegal menghadirkan beberapa narasumber yaitu dari Kepolisian Daerah Bengkulu Burhanuddin yang menjabat sebagai Kasub Dipolitik Direktorat Intel Polda, dari Kesbangpol Provinsi Bengkulu Drs Farid Abdullah, dan Ketua Bela Negara Provinsi Bengkulu H Antoni Sarin.

Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Emelia Kontesa, SH, M.Hum mewakili dekan Fakultas Hukum Universitas Bengkulu mengatakan sangat bangga terhadap mahasiswanya yang telah menginisiasi kegiatan dialog publik ini.

“Kami sangat bangga kepada anak-anak kami khususnya ormawa Paralegal yang mana telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan ini, semoga kegiatan ini dapat memperjelas pancasila sebagai ppemersatu bangsa,” ujar Emilia.

Setelah para pembicara menyampaikan materinya, acara dilanjutkan dengan penandatanganan Deklarasi Bersama Mahasiswa se Provinsi Bengkulu untuk Menolak Paham Radikalisme dan Siap Mewujudkan Pemilu 2019 yang Berintegritas, Aman dan Damai.

Adapun isi dalam deklarasi tersebut adalah kami menjunjung tinggi Pancasila sebagai Ideologi dan pandangan hidup bangsa, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia; Kami bertekat mempersiapkan dan membentuk generasi muda yang memiliki jiwa nasionalisme yang kuat, demokratis, jujur, berkeadilan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, hak asasi manusia, kemajemukan, kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa yang berwawasan nusantara.

Selanjutnya isi deklarasi tersebut menyebutkan, Kami menolak organisasi dan aktivitas yang berorientasi dan atau berafiliasi dengan gerakan radikalisme, terorisme dan atau organisasi kemasyarakatan/organisasi politik yang bertentangan dengan pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 dan Peraturan Perundangan-undangan; Kami mengajak seluruh komponen bangsa untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran faham dan atau gerakan radikalisme, terorisme dan atau ideologi yang bertentangan dengan Pancasika dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945; Siap mendukung pemilihan umum 2019 yang demokratis, damai dan berintegritas; Menolak segala bentuk kampanye negatif, ujaran kebencian yang bersifat Sara dan berita hoax; dan mewujudkan kedamaian daerag dan menjaga keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. [Deni Dwi Cahya]