Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu Bambang Budi Djadmiko saat menggelar rapat bersama sopir angkot belum lama ini.

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Layanan transportasi Grab online di Provinsi Bengkulu terancam ditutup.

Ini sehubungan dengan surat bernomor 551/1208/DKS yang dilayangkan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Bengkulu kepada manajemen Grab, Senin (13/8/2018).

Intinya surat tersebut melarang Grab beroperasi dan mengangkut penumpang karena belum punya izin beroperasi di Bengkulu.

Dalam surat tersebut, Dinas Kominfotik meminta Pimpinan Grab menonaktifkan aplikasi Grab di Bengkulu untuk sementara waktu.

Kominfotik meminta Grab melengkapi persyaratan atau izin beroperasi sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 108 tahun 2017 tentang transportasi online

Terkait penutupan, Kominfotik menyebut kewenangan tersebut bukan pada dinas tapi merupakan kewenangan pihak Kementerian.

Kepala Dinas Kominfotik, Edy Prawisnu melalui Sektretarisnya Ferri Ernes membenarkan surat tersebut.

“Sesuai dengan isi surat di awal, berdasarkan hasil hearing dan surat Kadishub, Diskominfotik meminta Pimpinan Perusahaan Aplikasi Grab yang ada di Bengkulu untuk menonaktifkan aplikasi karena sesuai dengan surat yang dikeluarkan oleh Kadishub. Perwakilan Angkot 5 warna minta Dinas Kominfotik untuk langsung menutup Grab di Bengkulu, namun disampaikan bahwa hal tersebut bukan kewenangan Dinas Kominfotik Provinsi Bengkulu. Diskominfotik menampung aspirasi dengan akan bersurat ke Kementerian Kominfo RI utk meng-offline-kan Grab di Provinsi Bengkulu dengan pertimbangan bahwa Grab di Provinsi Bengkulu belum ada perizinan sesuai info dari Dishub,” jelas Ferri.

Surat yang dilayangkan Pemprov Bengkulu melalui Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Kominfotik) kepada Pimpinan Grab Indonesia, Senin (13/8)

Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) angkot 5 warna, Endang membenarkan bahwa Kominfotik telah melayangkan surat penghentian izin operasi Grab di Bengkulu.

“Yah, memang benar ada surat dari kominfo yang menyatakan bahwa Grab ini sudah dipastikan ditutup, apabila ada yang melanggar nanti akan dibawa ke dinas-dinas terkait atau ke DPR langsung,” ujar Endang. [Yoma]