Kajari Kota Bengkulu, I Made Sudarmawan 

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Pasca pengembalian uang kerugian negara dalam kasus PT Bengkulu Mandiri senilai Rp800 Juta, Senin (30/7) lalu.

Diantaranya dari terdakwa Hamdan Yakub mantan Direktur Operasional PT BM Rp100 juta, HM Jamil mantan Direktur PT BM senilai Rp100 juta dan Yoga Syaputra mantan Direktur CV Kinal Jaya menjaminkan sertifikat rumah seharga 600 juta dengan luas 173 meter persegi.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bengkulu, I Made Sudarmawan mengatakan, proses pidana para terdakwa tetap berjalan dan sedang diperhitungkan.

“Jadi untuk pengaruh besar atau tidak nanti kita lihat, yang jelas itikad baik pengembalian uang juga diperhitungkan karena keadilan bukan hanya untuk korban tetapi juga kepada tersangka,” ujar Kajari, Kamis (2/8).

Dijelaskan Kajari, khusus dalam kasus tindak pidana korupsi tujuan utama pemidanaan adalah pengembalian uang kerugian negara. Namun dilihat dari kasus-kasus tertentu, pengaruhnya tidak terlalu besar dan tergantung dari diri terpidana atau terdakwa.

“Ada itikad baik seperti itu tetapi pidana kan sudah jalan, pimpinan juga menggariskan ada beberapa hal yang dijadikan pertimbangan dalam menuntut tinggi rendahnya, pidana termasuk pengembalian kerugian uang negara dan ada persentase tertentu tetapi tidak mutlak, mungkin kita sesuaikan dengan kearifan yang ada disini,” sambung Kajari.

Lanjut Kajari, terkait terdakwa Yoga yang menjaminkan sertifikat adalah biasa dalam proses penyelesaian pidana.

“Apabila jumlah nilai barang yang dijaminkan tidak mencukupi jumlah kerugian negara, itu nanti harus di cukupi oleh terpidana dan apabila lebih akan kita kembalikan, bentuk rampasan negara yang bukan berupa uang akan dilakukan pelelangan untuk dijadika uang dulu,” tandas Kajari. [Ardiyanto]