ilustrasi

PedomanBengkulu.com, Seluma – Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 tahun 2018 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) telah resmi berlaku. Kabag hukum Sekteraiat Daerah Seluma, Nurfadliya mengatakan, Perda KTR secara resmi telah berlaku karena telah diundangkan sejak tanggal 26 Juli lalu.

“Perda ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan,” kata Nurfadliya kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (15/06/2018).

Saat ini tambah dia, bagian hukum sedang memperbanyak salinan Perda tersebut untuk diserahkan ke Dinas Kesehatan selaku OPD yang membidangi. Dinkes kemudian akan mensosialisasikan ke OPD lain dan masyarakat umum.

“Nanti juga akan dibentuk tim Satgas KTR, namun akan kita lakukan secara bertahap, yang jelas akan kita serahkan dulu ke OPD terkait untuk disosialisasikan,” jelasnya.

Dia menegaskan, terdapat sanksi pidana bagi orang atau kelompok yang secara sengaja melanggar Perda ini. Setiap orang dengan sengaja merokok di wilayah KTR, dipidana kurungan paling lama satu bulan atau pidana denda paling banyak Rp500 ribu.

Setiap orang atau badan yang membuat, mempromosikan, mengiklankan, menjual atau membeli rokok di KTR disanki pidana kurungan paling lama dua bulan dan denda paling banyak Rp50 juta.

“Setiap pemimpin atau penanggungjawab KTR yang dengan sengaja tidak melakukan pengawasan internal, membiarkan orang merokok, tidak menyingkirkan asbak atau sejenisnya, atau tidak memasang tanda dilarang merokok di KTR disanksi pidana dengan denda paling banyak Rp 50 juta,” tegasnya.

Adapun kawasan tanpa rokok yaitu, fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum dan tempat lainnya yang ditetapkan.

“Nanti disediakan kawasan merokok. Ada ruang tersendiri. Termasuk di setiap OPD, harus menyediakan itu,” tandasnya. [Sepriandi]