PedomanBengkulu.com, Kaur – Jajaran Polres Kaur ungkap distribusi motor tanpa dukumen kepemilikan yang sah atau sering disebut motor bodong berasal dari Bogor tujuan Bengkulu Selatan.

Kapolres Kaur AKBP Sisman Adi Pranoto SIK melalui Kasat Reskrim IPTU Welli Wanto Malau SIK mengatakan bahwa Sat Reskrim Polres Kaur saat ini sedang mendalami kasus ini.

“Kami tengah melakukan penyelidikan motor tanpa dukumen kepemilikan tersebut,” ujarnya saat menggelar konferensi pers, Selasa (28/8/2018).

Sebanyak 8 unit motor ditemukan di dua truk yang berbeda. Yang pertama truk Hino Nopol BD 8420 BL yang dikendarai oleh Akhirudin Bin Amin Suri (38) beserta karnetnya.

“Tempat Kejadian Prakara (TKP) di Desa Pasar Baru Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur, kita temukan 3 Unit Motor tanpa dukumen kepemilikan,” ungkapnya.

Dan di TKP yang kedua di Desa Tanjung Besar Kecamatan Kaur Selatan.

“Kita temukan dalam truk Hino Dutro warna hijau Nopol B 9843 UYZ yang dikendarai oleh Amril Bin Amir (38) di dalam truk tersebut kita temukan 5 unit motor tanpa dukumen,” bebernya.

Semua barang bukti saat ini sudah diamankan untuk proses lebih lanjut. Beberapa saksi telah diperiksa terkait kasus ini.

“Saat ini sopir truk kita wajibkan untuk lapor. Kasus ini kita sangkakan melanggar Pasal 480 KUHP Pidana dengan ancaman 4 tahun penjara,” pungkasnya. [Feri]