PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – AP (30), Warga gang H. Bakar Kelurahan Kesambe Baru Kecamatan Curup Timur akhirnya mendekam dalam sel tahanan Mapolres Rejang Lebong setelah resmi diamankan anggota Sat Reskrim Polres Rejang Lebong, Rabu siang (15/8). AP ditangkap lantaran telah tega memukuli Umi Rosidah (34), Warga gang H Bakar Kelurahan Kesambe Baru Kecamatan Curup Timur, Sabtu siang (28/7) lalu yang tidak lain adalah istrinya sendiri hingga babak belur.

“Betul, setelah kita mendapatkan keterangan dari saksi korban serta sejumlah saksi lainnya, AP langsung kita amankan,” tegas Kapolres Rejang Lebong, AKBP Ordiva, SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Jery Antonius Nainggolan, SIK, Rabu (15/8).

Dijelaskan Kasat, peristiwa naas yang dialami korban terjadi di kediaman orang tua AP di bilangan Jalan A. Rohim Kelurahan Karang Anyar kecamatan Curup Timur pada tanggal 28 Juli 2018 sekitar pukul 13.00 WIB.

“Tetapi baru dilaporkan ke Polres pada Selasa tanggal 7 Agustus 2018 kemarin. Setelah menerima laporan Korban, petugas langsung mengambil sejumlah keterangan dan menunggu hasil visum atas sejumlah luka lebam yang dialami korban akibat dipukuli oleh AP saat itu,” ujar Kasat.

Kronologis kejadiannya, sambung Kasat, bermula saat Korban datang menemui pelaku dikediaman orang tua pelaku bermaksud ingin meminta sejumlah uang. Bukannya mendapatkan apa yang diminta, korban dan pelaku justru terlibat adu mulut hingga berujung pelaku memukuli Korban berulang kali menggunakan kepalan tangan.

Dalam aksinya, secara bertubi-tubi pelaku menghantamkan kepalan tangannya ke arah tubuh korban dan mengenai kepala sebelah kiri korban dan mata bagian kiri korban. Mendapat perlakukan kasar, korban akhirnya pergi meninggalkan Tempat Kejadian Perkara (TKP) hingga akhirnya nekat melaporkan tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialaminya itu ke Mapolres Rejang Lebong.

“Korban mengalami luka memar di bagian mata sebelah kiri dan rasa nyeri dibagian kepala sebelah kiri. Atas ulahnya, Pelaku yang sudah ditetapkan sebagaibTersangka (TSK) ini kota jerat dengan Pasal 44 ayat (1) UU RI NO. 23 Tahun 2004 KUHP sesuai dengan laporan Polisi Nomor : LP / B – 241 / VIII /2018 / BKL / RES Rejang Lebong tertanggal 07 Agustus 2018,” ujar Kasat. [Ifan Salianto]