PedomanBengkulu.com, Jakarta – Satu orang jamaah haji Indonesia asal Kabupaten Seluma meninggal dunia di tanah suci, sekira pukul 17.15 WAS, Senin (6/8/2018). Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Seluma, Herman Yatim mengatakan, jamaah haji yang meninggal atasnama Adenan Damud Asir (72) Rombongan 01 Regu 01 CJH kloter 7 PDG.

Menurut Informasi, almarhum Adenan Damud dirawat sejak 28 Juli lalu. Almarhum yang berangkat seorang diri ini sebelumnya didiagnosa mengalami syok hipovolemik yakni kondisi darurat jantung, tidak mampu memasok darah yang cukup ke seluruh tubuh. Serta mengidap penyakit komplikasi serius dari penyakit tukak lambung atau perforasi gaster.

Anggota Komite III DPD RI Riri Damayanti John Latief mengucapkan duka yang mendalam atas kepergian jamaah haji tersebut. Senator Riri berdoa agar almarhum diterima di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan dapat menerima informasi tersebut dengan tabah.

“Mari kita doakan agar yang sakit segera diberi kesembuhan, yang masih sehat dapat menjaga stamina dengan baik, dan pembimbing ibadah haji dapat meningkatkan pengawasan terutama mengenai kesehatan jamaah dalam menghadapi cuaca ekstrem yang saat ini terjadi,” kata Riri kepada jurnalis, Selasa (7/8/2018).

Senator termuda Indonesia itu menjelaskan, berbeda dengan musim-musim haji sebelumnya, pada tahun ini jemaah calon haji embarkasi Bengkulu mendapatkan gelang identitas yang berisi informasi lengkap mengenai jemaah calon haji. Gelang ini diberikan khusus kepada jemaah usia lanjut (lansia) atau umum dengan resiko tinggi (risti). Bagi jamaah yang sakit, petugas akan mensafariwukufkan dengan alat bantu.

“Atas peningkatan pelayanan ini kita berikan apresiasi kepada Kementerian Agama. Tapi pengawasan di tengah cuaca ekstrem ini harus lebih ekstra mengingat ada seratusan jamaah haji Bengkulu yang berisiko tinggi. Jumlah yang cukup banyak,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, jamaah haji akan merasakan cuaca ektrem di Tanah Suci. Suhu pada pagi hari akan mencapai 29-38 derajat celcius, siang 39-41 derajat celcius dan sore hari 33-39 derajat celcius.

“Saya sering mendapat keluhan dari jamaah masalah pembimbing ibadah haji yang kurang sigap menangani jemaah selama proses ibadah berlangsung. Mudah-mudahan tahun ini keluhan seperti ini dapat diminimalisir,” imbuh Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu itu.

Senator Riri menekankan, ia bersama rekan-rekan Komite III DPD RI lainnya akan melakukan pengawasan langsung sekaligus ikut serta melaksanakan ibadah haji. Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini meminta doa dan restu kepada warga masyarakat agar ikhtiar yang ia jalankan bersama rekan-rekannya dapat berlangsung dengan baik dan lancar.

“Semoga seluruh jamaah haji 2018 dapat melaksanakan seluruh pembekalan yang diberikan sehingga dapat melaksanakan seluruh rukun dan wajib haji dengan baik yang nantinya dapat menjadi haji yang mabrur dan mabrurah. Aamiin,” ungkap Senator Riri.

Untuk diketahui, jumlah keseluruhan jamaah haji Bengkulu yang diberangkatkan pada penyelenggaraan 2018 ini berjumlah 1.458 orang. Jamaah haji kloter 6 telah melaksanakan ziarah ke beberapa lokasi di Makkah, seperti ziarah ke Jabal Tsur, yaitu bukit yang tersusun bebatuan terjal.

Selain itu, jamaah juga berkunjung ke Jabal Rahmah (Bukit Kasih Sayang) yang menjadi tempat yang paling mengesankan, yaitu pertemuan nabi Adam dan Hawa setelah berpisah. [Eva De]