Ketua Salam Satu Aspal Delson Blankon.

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Rabu (15/8/2018), sekitar pukul 13.40 WIB, puluhan supir Grab atau Grab Bike mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu untuk meminta agar mereka diperkenanlan untuk beroperasi kembali di Kota Bengkulu.

Setelah bertemu dengan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu Jonaidi perwakilan Grab Bike menyampaikan keluhan dan meminta beberapa kejelasan dalam peraturan beroperasi seperti mempercepat urusan perizinan dan legalisasi perusahaan, menentukan wilayah operasi serta membatasi kuota Driver Grab Bike maupun Grab Car.

“Kami sekarang masih beraktifitas, tapi tidak menggunakan atribut Grab. Sebab kami masih menunggu kepastian dari pihak pemerintah. Kami masih beroperasi namun tidak di wilayah ojek pangkalan atau angkot,” ucap Delson Blankon selaku Ketua Salam Satu Aspal (Saspal).

Pada saat ditemui di ruangannya, Jonaidi memberikan pernyataan singkat terkait para Grab bike yang mendatangi kantor DPRD Provinsi Bengkulu siang tadi.

“Mereka dua hari ini telah menutup aplikasi Grab, namun mereka masih tetap beroperasi dengan tidak menggunakan atribut yang berbau Grab. Mereka juga meminta kejelasan tentang surat pernyataan dari dinas Kominfo yang menyatakan Grab ditutup,” kata Jonaidi.

Jonaidi SP

Dijelaskan Jonaidi, saat ini pihak Grab masih berupaya untuk mengurus perizinan operasinya di wilayah Kota Bengkulu sehingga masih ada kemungkinan untuk tetap beroperasi jika bisa mendapatkan surat izin dari Pemerintah Daerah.

“Grab ini sebenarnya bermanfaat bagi masyarakat banyak. Kelebihan yang dimiliki Grab tidak seperti angkot. Kenyamanan transportasi dan batas wilayah beroprasi yang bebas, sehingga kita harus menunggu aturan yang jelas jika memang Grab ini akan diaktifkan lagi,” pungkas Jonaidi. [Yoma Zulkarnain]