Dodi Martian

PedomanBengkulu.com, Bengkulu Selatan – Sepeninggal Rudy Zahrial pada 2016 lalu, hingga hari ini Kabupaten Bengkulu Selatan belum memiliki Sekretaris Daerah (Sekda) defenitif. Setidaknya sudah dua kali berganti Pelaksana Tugas (Plt) dan saat ini diisi oleh Penjabat Sekda (Pj). Jika tidak segera memiliki Sekda definitif, maka Posisi Sekda terancam diambil alih oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu.

“Tugas utama Penjabat Sekda adalah menghantar terpilihnya Sekda definitif. Ini sudah memasuki bulan ketiga penjabat sekda menjabat artinya masa jabatan penjabat sekda akan segera berakhir, jangankan Sekda definitif, sampai sekarang ini Timselnya saja belum terbentuk,” tegas Ketua Komisi I DPRD Bengkulu Selatan, Dodi Martian, Kamis (23/8/2018).

Ditambahkannya, jika hingga masa akhir jabatan penjabat Sekda tidak berhasil maka posisi Sekda akan diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu.

“Aturannya begitu. Sangat disayangkan jika Sekda harus diisi oleh orang dari Provinsi. Padahal pejabat di daerah kita sangat banyak yang mampu serta memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk menjadi Sekda,” imbuh Dodi.

Dodi mengingatkan agar Plt Bupati dan Penjabat Sekda Bengkulu Selatan segera melaksanakan seleksi Sekda definitif.

Kalau Penjabat Sekda tidak mampu menghantarkan terpilihnya Sekda definitif dalam tempo tiga bulan masa tugasnya, Dodi Martian menilai bahwa penjabat Sekda gagal. Bukan hanya kegagalan Penjabat Sekda, namun juga kegagalan bagi Plt Bupati Bengkulu Selatan.

“Karena harapan dan ekspektasi terhadap Plt Bupati sangat tinggi untuk menciptakan clean governance dan good governance. Pertanyaan sekarang ini, kenapa Sekda definitif belum ada, apakah ada unsur kepentingan, keengganan atau bahkan kesengajaan. Kalau sengaja diulur-ulur ada apa?,” kritik politisi Golkar ini. [Apdian Utama]