TKP Lakalantas

PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Cukup tingginya tingkat fatalitas kecelakaan lalulintas (laka lantas) di Rejang Lebong hingga saat ini disinyalir disebabkan oleh ketidakpatuhan terhadap aturan dan pengabaian prinsip keselamatan saat berkendara. Kondisi ini tentu menjadi perhatian khusus Sat Lantas Polres Rejang Lebong. Petugas berkomitmen untuk tegas menindak tilang terhadap pelanggaran lalu lintas oleh pelajar.

“Kegiatan penegakan hukum dengan tilang kendaraannya terhadap pelanggaran lalu lintas oleh pelajar adalah langkah utama untuk menghentikan sianak berkendara,” ujar Kapolres Rejang Lebong, Rabu (22/8).

Ditambahkan Kasat, pihaknya tidak bosan-bosan memberikan himbauan pentingnya keselamatan dan stop berkendara bagi anak dibawah umur kepada pelajar. Baik melalui Irup disekolah, Dikmas Lantas maupun penerangan keliling setiap hari untuk mencegah laka fatalitas yg melibatkan pelajar.

“Seruan tentang Stop Berkendara bagi anak di bawah umur selalu kita suarakan disetiap kesempatan yang ada,” tegas Kasat.

Terlepas dari itu, sambung Kasat, hal terpenting bagi petugas untuk menekan dan mencegah angka fatalitas kecelakaan lalulintas adalah pelibatan orang tua dan guru di sekolah sang anak untuk memberikan efek jera yg optimal dgn timbulkan rasa segan dan rasa malu bagi si anak bila ditegur orang tua maupun guru.

“Orang tua memiliki peran utama dalam pencegahan dan perwujudan Stop Berkendara bagi anak di bawah umur ini. Selain itu, guru juga memiliki ruang pendidik yang tepat untuk tetus mengingatkan sang anak agar tidak berkendara sebelum memiliki Surat Ijin Mengemudi,” tegas kasat.

Sementara, sambung Kasat, Pemerintah Daerah juga harus memberikan peran dalam upaya pencegahan ini. Caranya yaitu menyiapkan kendaraan angkutan umum khusus untuk pelajar.

“Melalui cara ini, Kami yakin jumlah pelajar yang menggunakan sendiri kendaraan pribadi saat pergi maupun pulang dari sekolah maupun aktifitas lainnya juga akan berkurang,” tegas Kasat. [Ifan Salianto]