Veri S Jaya

PedomanBengkulu.com, Kepahiang – Pelaksanaan proses tender atau lelang pengadaan barang dan jasa yang dilaksanakan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Kepahiang akhir Juli 2018 lalu dinilai sarat akan ‘Kecurangan’.

Ini setelah sebanyak 8 paket proyek pembangunan Jalan dari Dinas PUPR Kabupaten Kepahiang dilakukan proses tender ulang.

Terlebih lagi, pelaksanaan tender ulang 8 paket yang didanai oleh APBD Tahun anggaran 2018 Kabupaten Kepahiang ini tidak disertai alasan dan bukti secara administrasi mengenai kesalahan peserta lelang hingga harus dilaksanaan tender ulang tersebut.

Ketua Gapeknas Kabupaten Kepahiang, Veri S Jaya saat di konfirmasi, Rabu siang (22/8) tidak menampik kebenaran informasi dugaan adanya ‘kecurangan’ dalam pelaksanaan tender 8 paket pembangunan jalan Dinas PUPR Kabupaten Kepahiang itu.

“Saya sudah mendengar dan mendapatkan informasi tersebut. Bahkan saat ini, saya sudah mengumpulkan sejumlah bukti otentik adanya dugaan kecurangan tersebut. Memang para peserta lelang 8 paket jalan Dinas PUPR itu hanya diberitahu melalui email yang berisikan¬†‘Peserta Tidak Lulus Evaluasi Administrasi dan Evaluasi Teknis’ saja,” tegas Veri melalui telepon ketika dalam perjalanan menuju Kantor Kejaksaan Agung Jakarta.

Dijelaskan Veri, hal lain yang juga diduga sudah pasti dilanggar oleh Pemerintah Kabupaten Kepahiang melalui ULP Kabupaten Kepahiang yaitu masih digunakannya Verai SPSE 3.6 dalam melaksanakan proses tender atau lelang 8 paket proyek bidang bina marga dinas PUPR Kepahiang itu.

“Seharusnya, jika kita mengacu pada aturan yang sudah berlaku, pelaksanaan Lelang atau tender wajib dilakukan menggunakan metode SPSE versi 4.0.2.3. Hal ini sesuai dengan PP nomor 16 tahun 2018. Lihat saja, di Provinsi Bengkulu ini, bahkan se indonesia sudah tidak ada lagi ULP yang menggunakan Versi SPSE 3.6 atau versi sederhana tersebut,” ujar Veri.

Dilanjutkan Veri, pihaknya berkomitmen untuk membongkar kecurangan kecurangan yang dilakukan oleh ULP Kabupaten Kepahiang tersebut. Tentunya dengan disertai bukti otentik.

“Sejujurnya, saya sebelumnya sudah berkomitmen dari awal dengan Kepla Daerah Kabupaten Kepahiang jika untuk bersama – sama mewujudkan proses lelang proyek di Kepahiang dengan bersih, terbuka, jujur dan tidak sarat dengan kepentingan pribadi seseorang atau persengkokolan. Sehingga, pembangunan infrastruktur di Kepahiang benar benar berjalan maksimal dan bersih dengan tujuan memakmurkan dan mensejahterakan Masyarakat Kabupaten Kepahiang dan Masyarakat jasa konstruksi yang ada,” tegas Veri.

Sementara itu, Kepala LPSE dan ULP Kabupaten Kepahiang, Diki saat dilakukan upaya konfirmasi belum bisa ditemui. [Ifan Salianto]