PedomanBengkulu.com, Bengkulu Selatan – Rabu pagi (01/08/2018), Plt Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi mengajak perwakilan nelayan Pasar Bawah dan pihak Dinas Perikanan Bengkulu Selatan temui pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera VII (BWSS) Bengkulu.

Ini merupakan upaya tindaklanjut terkait maraknya kasus kecelakaan berujung kematian nelayan yang diakibatkan alur atau sedimentasi muara pelabuhan nelayan Pasar Bawah.

Dalam hearing yang digelar, Gusnan Mulyadi menyampaikan pentingnya upaya pengendalian alur muara sungai dan sedimentasi dengan membangun Sand Trap (Jebakan Pasir) yang juga bermanfaat sebagai break water (pemecah gelombang) lokasi muara Ayiak Manna, Pasar Bawah, terlebih banyak korban jiwa yang terenggut.

“Mohon kiranya ditindaklanjuti pihak balai, saya pastikan pemerintah Bengkulu Selatan siap mensupport apapun yang dibutuhkan.” ujar Gusnan.

Sementara itu, Abustian kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Bengkulu, mengaku akan segera melakukan uji Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan mengkoordinasikan hal ini ke pihak pusat.

“Senin ini (06/08/2018), kebetulan saya akan menghadiri Rapat Kerja di Jakarta, saya akan sampaikan, jika memungkinkan pak Gusnan juga bisa ikut bersama.” pungkas Abustian.

Ditambahkan Gusnan, pihak pemerintah terus berupaya dan mencari solusi terkait permasalahan ini, semoga bisa terselesaikan sesegera mungkin. [Apdian Utama/Rilis]