Ilustrasi

PedomanBengkulu.com, Sulawesi – Terorisme sudah menjadi permasalahan Dunia dan panjangnya akar terorisme di negeri ini juga tak mudah untuk diputus. Kali ini Densus 88 kembali menangkap lima terduga teroris di dua Kabupaten berbeda di Sulawesi Selatan pada Jumat (10/8). Tiga diantaranya ditangkap di Kabupaten Luwu Timur, dan dua lainnya ditangkap Di Kabupaten Bone.

Dilansir dari CNN Indonesia, tiga terduga teroris yang diamankan di Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur itu adalah seorang montir berinisial ID (28), ia diamankan bengkel tempatnya bekerja. Lalu RU (40) seorang driver yang diamankan di depan sebuah bank dan LI (25), seorang petani yang diamankan dikediamannya.

Ketiganya diamankan ditempat berbeda sekira pukul 07.00 (Wita), infonya mereka langsung dibawa ke Jakarta pukul 09.00 (Wita).

Dari ketiga terduga teroris itu diamankan pula sejumlah barang bukti, diantaranya satu unit mobil, satu unit sepeda motor dan sepasang sandal jepit. Ketiganya diduga kuat masih merupakan jaringan dari Abu Uswad, seorang teroris yang ditembak mati di Makassar pada 2013 silam.

Sementara dua terduga teroris lainnya adalah MU alias YD (37) dan BD (28). Keduanya merupakan warga Dusun Tobenteng, Desa Liliriattang, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

MU alias YD ditangkap saat hendak melaksanakan salat Jumat di salah satu mesjid di Desa Liliriattang. Lalu BD diamankan disalah satu kebun warga setempat.

“Iya betul, tapi untuk saat ini kita belum bisa ekspos,” kata Kapolres Bone, AKBP Kadarislam saat dikonfirmasi Jumat malam.

Dari kedua terduga teroris ini Densus 88 Anti Teror berhasil mengamankan barang bukti berupa bahan kimia bom jenis TNT seberat 20 kilogram, sepucuk senjata api jenis Baretta beserta 12 amunisi berkaliber 9 mm, sepucuk senapan angin dan sebilah parang.

Dari CNN Indonesia, informasi yang didapat menyatakan bahwa kedua terduga teroris ini masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Bone. Rencananya mereka langsung dibawa ke Jakarta pada Sabtu pagi (11/8). [Ivana]