PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Fuad Muchtar, terpidana kasus penipuan jam’ah umroh menjual 2 unit mobil miliknya yang diduga akan digunakan untuk mengembalikan uang kerugian yang dialami korban.

“Yang akan dijual 2 unit mobil jenis Avanza dan honda City, itu sesuai dengan putusan hakim, kemudian mobil itu di jual dan di gunakan untuk mengembalikan kerugian korban,” ujar Anastasya Pase kuasa hukum terpidana, Selasa (28/8/2018).

Dijelaskan Anastasya Pase, satu unit mobil jenis Avanza telah di tawar sebesar Rp50 juta. Namun uang tersebut akan dipotong lantaran mobil tersebut masih berstatus dileasing.

“Uang Rp50 juta tersebut akan di potong untuk melunasi leasing dulu kurang lebih sekitar Rp25 sampai 30 juta rupiah dan mungkin nanti sisanya yang akan dikembalikan kepada korban,” kata Anastasya.

Sambung Anatasya, sementara untuk mekanisme pengembalian tersebut langsung di serahkan kepada pihak keluarga terpidana.

“Kemarin ada keluarga korban menghubungi kita, tetapi telah kita arahkan bahwa mekanisme pengambilan itu kepada pihak keluarga terpidana,” tandasnya.

Diketahui, kasus penipuan tersebut sempat menjadi perhatian publik, lantaran 46 orang jamaah umroh batal berangkat tanpa alasan yang jelas. Uang jama’ah yang batal melakukan ibadah umroh tersebut kurang lebih sebesar Rp1,5 miliar. [Ardiyanto]