PedomanBengkulu.com, Seluma – Polres Seluma telah membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) terkait ditemukannya Uang Palsu (Upal) pecahan Rp50 ribu di Kecamatan Talo. Pihak Kepolisian, sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga sudah menyebar upal tersebut.

“Temuan memang sudah ada baru-baru ini ke Kecamatan Talo, agar tidak berkembang kita sudah bentuk tim untuk menelusuri itu,” Kata Kapolres Seluma AKBP Jeki Rahmat Mustika kepada wartawan, Kamis (02/08/2018).

Menurutnya, Modus yang dilakukan pelaku dalam penyebaran Upal dengan berbelanja di sejumlah warung dengan menggunakan Upal pecahan 50 Ribu. Karena itu, pedagang warung manisan yang rentan jadi korban penyebaran Upal tersebut diminta untuk tidak gegabah dalam menerima uang dari pembeli serta diharuskan untuk bisa lebih teliti dengan menerawang keaslian uang tersebut.

“Kita juga harapkan warga dan pemilik warung untuk lebih teliti dan bisa menerawang, meraba uang yang di terima dari konsumen,” harapnya.

Meskipun baru ada satu temuan tambah dia, namun pihak kepolisian tetap akan bertindak untuk melakukan penyelidikan lebih mendalam terhadap peredaran upal. Saat ini tim Sat Reskrim beserta jajaran sudah turun kelapangan.

“Tim sudah turun menindaklanjuti akan temuan ini dan kita harapkan kedepan Upal tidak di temukan lagi,” tutupnya.

Sebelumnya, Septi Meriani (29) Warga Serambi Gunung Kecamatan Talo menemukan Uang Palsu (Upal) pecahan 50 ribu saat dia akan menyetor Uang ke Bank Bengkulu/BPD Cabang Talo pada Selasa (31/07/2018).

Informasi yang didapat, Septi Meriani menyetorkan uang kepada pihak bank BPD talo sebesar Rp4,7 juta dalam pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu.

Saat petugas melakukan pengecekan ditemukan satu lebar uang pecahan Rp50 ribu yang diragukan ke asliannya. Kemudian pihak Bank BPD dan nasabah mengecek keaslian uang tersebut menggunakan lampu atau sinar ultra violet, dan ditemukan bahwa uang tersebut logo BI , tanda air serta nomor serinya tidak menyala.

Namun pihak Bank BPD Talo belum dapat memastikan jika uang tersebut asli atau palsu.
Kemudian pihak Bank BPD mengembalikan uang tersebut kepada penyentor untuk disimpan, pihak Bank BPD Talo menyampaikan Kepada Septi Meriani agar uang tersebut tidak diedarkan. Sambil menunggu pihak Bank BI untuk mengecek lebih lanjut. [Sepriandi]