PedomanBengkulu.com, Jakarta – Setiap tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka. Susunan kegiatan pun dimatangkan sedemikian rupa di hari-hari sebelumnya.

Melansir laman resmi Pramuka, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menggelar upacara Ulang Janji di Taman Air Mancur, Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, Senin (13/8/2018) malam. Upacara Ulang Janji dipimpin oleh Ketua Kwarnas Kak Adhyaksa Dault sebagai Pembina Upacara.

Untuk diketahui, upacara di Cibubur ini dilakukan rutin setiap peringatan Hari Pramuka. Dan suasana upacara selalu berlangsung khikmat dan haru.

Seperti Senin malam di Cibubur, suasana gelap diiringi lantunan lagu kebangsaan dan hymne Pramuka menambah kekhidmatan upacara Ulang Janji Pramuka. Keharuan tampak dari raut muka Pramuka yang mengikuti upacara ini. Mata Adhyaksa juga terlihat berkaca-kaca.

Dalam sambutannya, Kak Adhyaksa Dault mengajak para Pramuka untuk merenungkan nikmat Tuhan kepada manusia, khususnya kepada Pramuka. Ia juga mengajak Pramuka untuk terus berbuat baik serta mengamalkan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka, serta mengingat jasa-jasa pahlawan, khususnya pendiri Pramuka.

“Alhamdulillah hari ini kita masih bisa berdiri di sini. Hidup kita sangat singkat. Mari kita gunakan untuk terus berbuat baik dan melaksanakan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka. Satu kata dengan tindakan. Kita laksanakan sesungguhnya,” kata Kak Adhyaksa Dault seperti dilansir dari laman Pramuka.or.id, Selasa (14/08/2018).

Apa pun yang dimiliki, pesan Adhyaksa, jangan pernah sombong. Apa pun tanda penghargaan yang dimiliki jangan angkuh. “Kita bisa berdiri di sini karena Allah,” ucap pria yang hobi mendaki gunung ini.

“Saya berharap kepada kita semua, di masa jabatan terakhir, pengurus boleh berganti, pembina boleh berganti, selamanya kita kibarkan bendera tunas kelapa (Gerakan Pramuka). Orang yang lahir ke dunia ini, jika tidak mau melihat masa lalu, maka dia akan menjadi bayi seumur hidup,” kata Menpora periode 2004-2009.

Dalam upacara itu, Kak Adhyaksa Dault menyematkan penghargaan Satya Wira Utama kepada Sekretaris Jenderal WOSM (organisasi kepanduan dunia), Kak Ahmed Al-Hendawi. Tanda penghargaan itu diberikan kepada Sekjen WOSM ini sebagai penghormatan Gerakan Pramuka atas kepemimpinannya di organisasi kepanduan dunia.

Diketahui, tanda penghargaan Satya Wira Utama biasa diberikan kepada pimpinan dan pengurus organisasi kepanduan nasional negara sahabat dan organisasi kepanduan regional maupun internasional. Tanda penghargaan ini juga biasa diberikan kepada pimpinan dan pengurus organisasi nasional Indonesia atas dasar penghormatan dan kesetiakawanan dalam upaya meningkatkan hubungan yang harmonis.

Sebelum acara dimulai, para peserta upacara lebih dulu diminta membasuh tangannya menggunakan air kembang. Ritual ini memiliki pesan bahwa sebelum Ulang Janji semua peserta harus dalam kondisi suci, bersih lahir batin, agar pesan dari Ulang Janji bisa diamalkan dengan baik. [Ivana]