Ilustrasi

Saat ini tengah mewabah penyakit cacar monyet di Nigeria. Wabah tersebut sebetulnya sudah terjadi sejak tahun lalu. Namun, penyakit ini kembali mencuat setelah dua warga Inggris yang baru bepergian dari Nigeria diduga terkena cacar monyet.

Cacar monyet memang tak banyak diketahui orang. Bahkan ada yang menganggap bahwa cacar monyet tak jauh berbeda dengan cacar air. Padahal, kedua hal itu sangat berbeda satu sama lain.

Dilansir Viva dari Web MD, cacar monyet atau impetigo termasuk salah satu penyakit yang seringkali tak disadari oleh para orangtua, terutama di negara-negara berkembang. Merupakan penyakit yang diakibatkan adanya infeksi bakteri.

Di lain sisi penyakit tersebut menyebabkan luka-luka yang cepat menular dan disertai kerak atau crusta yang kuning serta mengkilap.

Cacar monyet ini berbeda dengan cacar air dan disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus, karenanya harus diberi antibiotik yang efektif untuk membunuh bakteri aerob (bakteri yang memerlukan oksigen atau udara).

Ciri-ciri cacar monyet adalah tidak adanya cairan pada lenting yang timbul, tetapi terasa sangat gatal, karenanya sering digaruk-garuk dengan perilaku seperti monyet.

Biasanya yang sering terkena adalah sekitar mulut, hidung, leher dan ketiak, dada dan punggung. Kelainan kulit pada cacar monyet hanya pada area tertentu, beda dengan cacar air yang ada pada hampir seluruh area tubuh.

Penyakit tersebut, dipaparkan oleh David Werner, Carol Thuman, dan Jane Maxwell yang merupakan penulis buku tersebut mudah ditularkan kepada orang lain melalui luka-lukanya atau melalui jari tangan yang kotor. [Ivana]