Salah satu potret Kartini tengah membaca buku dalam film yang diperankan oleh Dian Sastrowardoyo. [Legacy Pictures/File]
Mengutip kata Bung Karno, jangan sekali-kali melupakan sejarah dan bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan jasa pahlawannya. Makanya, banyak cara dilakukan agar masyarakat Indonesia dari generasi ke generasi tetap mengetahui betapa mengagumkannya perjuangan para pahlawan, entah dalam memperjuangkan kemerdekaan atau mempertahankannya.

Sejak dunia film mulai populer di Indonesia, sudah tak terhitung lagi berapa film tentang pahlawan yang pernah dibuat. Namun, tak sedikit juga ada film yang menuai kritikan sebab sajiannya berbeda dengan sejarah aslinya.

Nah, terlepas dari hal itu film-film yang bertema pahlawan dapat mengasah nasionalisme agar generasi milenial tahu sedikit gambaran yang dihadapi para pahlawan yang telah gugur.

Berikut 12 film bertema pahlawan yang sayang jika dilewatkan.

1. Toha, Pahlawan Bandung Selatan (1961)

“Toha, Pahlawan Bandung Selatan” adalah film karya sutradara Usmar Ismail yang tayang pada tahun 1961 dengan disutradarai oleh Usmar Ismail. Film ini mengisahkan tentang kepahlawanan Mochamad Toha, seorang pejuang yang berhasil meledakkan gudang mesiu Belanda di Bandung.

Latar belakang cerita ini adalah kota Bandung di awal-awal kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada saat peralihan kekuasaan dari Jepang ke Belanda. Toha digambarkan sebagai pemuda biasa namun memiliki semangat juang tinggi demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia, bahkan Toha berani mengorbankan dirinya demi Indonesia yang terus merdeka. Film ini dibintangi oleh aktor dan aktris Indonesia papan atas saat itu seperti Ismed M. Noor dan Mieke Wijaya.

2. Pahlawan Gua Selarong (1972)

Pahlawan Gua Selarong adalah film yang diproduksi tahun 1972 dan mengisahkan tentang kisah kepahlawanan Pangeran Diponegoro. Film ini disutradari oleh Lilik Sudjio dan dibintangi oleh beberapa aktor papan atas seperti Ratno Timoer sebagai Pangeran Diponegoro dan Kusno Sudjarwadi sebagai Patih Danurejo.

Film ini juga dibintangi oleh aktor Imam Sutrisno yang memerankan Sentot Alibasyah Prawirodirjo. Film ini merangkum perjuangan Pangeran Diponegoro sejak keluar dari keraton dan bergabung dengan para pejuang lain dalam memerangi pemerintah Hindia Belanda.

3. Tapak-tapak Kaki Wolter Monginsidi (1982)

Tapak-Tapak Kaki Wolter Monginsidi adalah film yang tayang pada tahun 1982 dan mengisahkan tentang kehidupan dan perjuangan Robert Wolter Mongosidi, pejuang asal Sulawesi yang memimpin gerilyawan di Makassar saat Revolusi Nasional. Film ini disutradarai oleh Frank Rorimpandey dan Achiel Nasrun.

Bintang-bintang film ini adalah aktor dan aktris papan atas Indonesia saat itu seperti Roy Marten dan Tari Sutiono. Di film ini, Wolter Mongosidi yang diperankan oleh Roy Marten dilukiskan sebagai pejuang yang flamboyan namun semangat juangnya demi bangsa Indonesia tak pernah padam. Pada akhirnya ia dihukum tembak oleh Belanda namun semangatnya tak pernah mati bersamanya dan menginspirasi pejuang-pejuang lain untuk terus mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

4. R.A. Kartini (1984)

R.A. Kartini adalah sebuah film drama perjuangan yang tayang di bioskop Indonesia pada tahun 1984. Film ini disutradarai oleh Sjumandjaja dan dibintangi antara lain oleh salah satu aktris terbaik Indonesia era 80an yaitu Yenny Rachman dan beberapa aktor papan atas seperti Bambang Hermanto dan Adi Kurdi.

Film ini mengisahkan tentang perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak kaum perempuan Indonesia. Sosok R.A. Kartini di film ini dilukiskan sebagai gadis yang cerdas, berpendidikan, dan sangat peduli pada kehidupan kaum perempuan. Film ini dibuat berdasarkan buku “Biografi Kartini” karya Alm. Sitisoemandari Soeroto.

5. Tjoet Nja’ Dhien (1988)

Tjoet Nja’ Dhien adalah film drama biografi yang tayang di Indonesia pada tahun 1988. Film yang disutradarai oleh Eros Djarot ini diakui sebagai salah satu film terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Film ini bahkan memenangkan Piala Citra sebagai film terbaik.

Film ini dibintangi oleh aktor-aktris nomor satu di Indonesia sepert Christine Hakim sebagai Tjoet Nja’ Dhien, dan beberapa aktor lain seperti Slamet Rahardjo dan Rudy Wowor. Film ini menceritakan tentang perjuangan sang pejuang Aceh dan teman-teman seperjuangannya dalam menghadapi dan melawan jajahan Belanda yang kala itu menduduki Aceh.

6. Sang Pencerah (2010)

Sang Pencerah adalah film karya sutradara Hanung Bramantyo yang mengisahkan tentang kisah hidup pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan. Film ini tayang pada tahun 2010 dan dibintangi oleh sejumlah aktor-aktris papan atas Indonesia seperti Lukman Sardi dan Zaskia Adya Mecca.

Di film ini, perjuangan Ahmad Dahlan dalam mengajarkan agama Islam serta menanamkan nilai-nilai juang demi merdekanya bangsa Indonesia digambarkan dengan jelas oleh Hanung dan para pemeran di film Sang Pencerah ini.

7. Soegija (2012)

Sutradara Garin Nugroho juga pernah membuat film epik tentang seorang pahlawan nasional Indonesia. Kisah pahlawan yang diangkat oleh Garin adalah kisah Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ, uskup pribumi pertama di Hindia Belanda yang sangat nasionalis dan ikut menyebarkan semangat juang dan pantang menyerah pada bangsa Indonesia.

Film yang tayang pada tahun 2012 ini dibintangi oleh aktor dan aktris yang berasal dari beragam latar belakang budaya. Kisah film ini kebanyakan diambil dari catatan harian tokoh Mgr. Soegijapranata dan berlatar belakang Indonesia di tahun 1940 – 1949.

8. Soekarno (2013)

Hanung Bramantyo memang sering membuat film tentang kisah pahlawan. Selain membuat film “Sang Pencerah” dan “Kartini”, Hanung juga pernah membuat film tentang plokamator kemerdekaan Indonesia yaitu Bung Soekarno. Film berjudul “Soekarno” ini tayang pada akhir tahun 2013.

Film ini dibintangi oleh beberapa aktor-aktris kenamaan Indonesia seperti Ario Bayu, Lukman Sardi, dan Maudy Koesnaedi. Film ini bercerita tentang perjalanan hidup Bung Karno, mulai dari kecil hingga dewasa dan berjuang melalui dunia perpolitikan untuk akhirnya memerdekakan Indonesia.

9. Sang Kiai (2013)

Sang Kiai adalah film karya sutradara Rako Prijanto yang tayang pada tahun 2013. Film ini mengisahkan tentang perjalanan hidup seorang pejuang kemerdekaan Indonesia yang sekaligus salah satu pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asyari.

Beberapa aktor-aktris kenamaan Indonesia membintangi film ini di antaranya adalah Ikranagara, Christine Hakim, Adipati Dolken, dan Agus Kuncoro. KH Hasyim Asyari dikisahkan sebagai sesosok ulama yang memiliki semangat juang tinggi dan tidak kenal rasa takut saat menghadapi penjajah.

10. Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015)

Guru Bangsa: Tjokroaminoto adalah film drama Indonesia karya sutradara Garin Nugroho yang dirilis pada 2015. Film juga diproduseri oleh aktris senior Indonesia, Christine Hakim dan dibintangi oleh aktor-aktris nomor satu di Indonesia seperti Reza Rahardian, Didi Petet, Alex Komang, Maia Estianty, Sujiwo Tedjo, dan masih banyak lagi.

Film ini mengisahkan perjuangan pahlawan nasional Indonesia, HOS Tjokroaminoto, dalam memperjuangkan bangsa Indonesia agar bisa lepas dari penjajahan Hindia Belanda. HOS Tjokroaminoto berjuang dengan berbagai cara, baik secara politis maupun diplomatis, salah satunya adalah dengan membangun organisasi Sarekat Islam.

11. Jenderal Soedirman (2015)

Kisah perjuangan Jenderal Soedirman pernah juga diangkat menjadi sebuah film layar lebar. Film ini disutradarai oleh Viva Westi dan dibintangi oleh Adipati Dolken, Ibnu Jamil, Mathias Muchus, Baim Wong, dan Nugie.

Di film ini tergambar jelas bagaimana perjuangan Soedirman, seorang jenderal yang dengan gagah berani memimpin pasukan gerilya Indonesia pada saat Indonesia diserang oleh Belanda. Latar belakang film ini adalah Yogyakarta pada saat Agresi Militer Belanda ke II.

12. Kartini (2017)

Tahun 2017, kisah R.A. Kartini kembali diangkat ke layar lebar, kali ini melalui sutradara Hanung Bramantyo. Film ini dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo sebagai Kartini. Film ini juga dibintangi oleh deretan aktor-aktris kelas A Indonesia seperti Christine Hakim, Nova Eliza, Djenar Maesa Ayu, Acha Septriasa, Ayusitha, Reza Rahardian, Adinia Wirasti, Dwi Sasongko, Rianti Cartwright, dan masih banyak lagi.

Film ini mengisahkan tentang Kartini dan saudari-saudarinya yang berusaha untuk memperjuangkan kesetaraan kaum perempuan. [Eva De]