PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bengkulu selaku penggugat, dan PT KRU selaku tergugat bersama tergugat lainnya batal untuk melakukan peninjauan kawasan konservasi di Bengkulu Tengah yang diduga telah tercemar limbah dari produksi pertambangan batu bara PT KRU, Kamis (27/9/2018).

Peninjauan tersebut merupakan saran dari hakim dan telah di sepakati sebelumnya dalam mediasi di Pengadilan Negeri beberapa hari lalu tersebut, lantaran diduga pihak tergugat PT KRU dan turut tergugat lainnya diduga menolak rencana Walhi untuk membawa peralatan drone ke lapangan.

Terkait hal ini Manager Kampanye Industri Ekstraktif Walhi Bengkulu, Dede Frastien mengatakan, sebelum keberangkatan peninjauan lokasi para pihak melakukan driving, melihat situasi bahwa Walhi membawa logistik jenis Drone pihak dari ESDM merasa keberatan.

“Pihak ESDM merasa keberatan dan menanyakan apa isi dari mobil kita dan mempermasalahkan tingkat keamanan kendaraan yang dipakai oleh Walhi, Namun ketika walhi berbincang kepada pihak perusahaan memperbolehkan Walhi menerbangkan Drone tersebut dengan ketinggian 400 sampai 500 meter. Nah hal tersebut ESDM memerintahkan orang orang pemetaannya untuk memeriksa SHP dari Drone Walhi, ketika di periksa pihak orang pemetaan ESD tidak menemukan titik temu, kemudian pihak LHK memfasilitasi untuk melakukan negosisasi,” ujar Dede.

Dijelaskan Dede, indikasi dalam negosiasi yang digelar tersebut hanya tertuju dengan apa yang akan dibawa oleh Walhi dalam meninjau lokasi. Sehingga pihak pihak yang mengijinkan Drone Walhi terbang saat brifing informal pihak pihak yang sebelumnya mengijinkan, ketika dalam rapat formal disinyalir berpihak kepada ESDM dan PT KRU untuk tidak memperbolehkan Walhi membawa Drone.

“Terlihat pihak ESDM resistensi terhadap Drone Walhi. Prinsip Walhi juga menolak atas hal tersebut dan merasa dicurangi yang dituangkan dalam berita acara yang mana bahwa peninjauan lokasi ini gagal dan dalam sidang lanjutan nanti Walhi akan deatlog terhadap mediasi dan tidak ada harga tawar lagi,” jelas Dede.[Ardiyanto]